POJOKSATU.id - Pasokan LPG nasional mendapat tambahan setelah PT Pertamina Patra Niaga mendatangkan sekitar 45,9 ribu metrik ton liquefied petroleum gas (LPG) dari Amerika Serikat (AS).
Pengiriman ini menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor produktif di tengah perubahan kondisi pasar global.
Volume LPG yang tiba di Indonesia tersebut memiliki jumlah yang cukup besar, yakni setara dengan sekitar 15,2 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram.
Pasokan ini nantinya akan memperkuat stok nasional sebelum disalurkan melalui jaringan distribusi Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga: Pengamat Soroti Penilaian S dan P soal Peran DSI Optimalisasi Penerimaan Negara
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penguatan rantai pasok menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia.
"Di tengah dinamika energi global, menjaga keandalan pasokan merupakan bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi," ujar Kitty.
LPG Dibawa Kapal Pertamina Gas 1 dari Texas
Pasokan LPG tersebut diangkut menggunakan kapal Pertamina Gas 1 (PG1) yang melakukan perjalanan dari Freeport, Texas, Amerika Serikat menuju Indonesia.
Kapal tersebut mulai berlayar sejak 29 Mei 2026 dan menempuh perjalanan lintas samudra dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, serta keandalan operasional selama proses pengiriman.
Muatan yang dibawa terdiri dari sekitar 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane.
Kedua komponen tersebut menjadi bagian dari pasokan LPG yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.
Distribusi Akan Masuk Melalui Dua Terminal LPG
Setibanya di Indonesia, pasokan LPG tersebut akan dibongkar melalui dua terminal utama.
Sekitar 26 ribu metrik ton LPG akan masuk melalui Terminal LPG Sekong di Banten.
Sementara sekitar 19,9 ribu metrik ton lainnya akan dibongkar melalui Terminal LPG Arun di Aceh.
Setelah proses penyimpanan selesai, LPG tersebut akan didistribusikan sesuai kebutuhan melalui infrastruktur Pertamina Patra Niaga, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor industri.
Strategi Perkuat Ketahanan Energi
Pertamina Patra Niaga menyebut pengadaan LPG dari berbagai sumber internasional merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasokan.
Baca Juga: Resep Bakwan Sayur Renyah ala Rudy Choirudin, Cocok Jadi Camilan Hangat Saat Santai
Langkah ini dilakukan agar sistem energi nasional memiliki cadangan dan jalur pasok yang lebih kuat.
Pengelolaan rantai pasok juga terus diperkuat mulai dari pengadaan, transportasi, penyimpanan, hingga distribusi agar pasokan energi tetap berjalan secara aman dan berkelanjutan.
"Kedatangan Pertamina Gas 1 menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memastikan pasokan LPG tetap tersedia secara aman, andal, dan berkelanjutan," kata Kitty.
Sebagai subholding commercial and trading Pertamina, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan optimalisasi sistem logistik energi melalui penguatan armada pengangkutan, fasilitas terminal, serta jaringan distribusi.
Baca Juga: Resep Beras Kencur Segar dan Menyehatkan, Minuman Tradisional dengan Aroma Rempah yang Khas
Energi menjadi kebutuhan penting yang menopang aktivitas masyarakat setiap hari.
Dengan memperkuat pasokan dan memperbaiki sistem distribusi, upaya menjaga ketahanan energi nasional diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat di tengah tantangan energi global yang terus berubah.***




