POJOKSATU.id - Pertamina dan TEPCO, dua perusahaan energi terkemuka di Indonesia dan Jepang, resmi menjalin kerja sama pengembangan hidrogen dan amonia rendah karbon.

Kerja sama ini bertujuan untuk mendukung upaya transisi energi dan dekarbonisasi di kedua negara.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Executive Officer Pertamina NRE Dannif Danusaputro dan Executive Vice President TEPCO HD Chikara Kojima pada Jumat, 15 Desember 2023 di Tokyo, Jepang.

Dalam kerja sama ini, Pertamina dan TEPCO akan fokus pada pengembangan hidrogen dan amonia hijau yang diproduksi dari sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin.

Baca Juga: LPG 3 kg Hanya untuk Pengguna yang Terdaftar Di Pertamina, Masyarakat Dihimbau Segera Mendaftar

Kedua perusahaan juga akan bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur dan teknologi pendukung produksi, transportasi, dan penyimpanan hidrogen dan amonia.

Kerja sama ini memiliki sejumlah manfaat bagi kedua perusahaan, antara lain:

- Meningkatkan potensi bisnis hidrogen dan amonia di Indonesia dan Jepang
- Memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang di bidang energi
- Berkontribusi pada upaya transisi energi dan dekarbonisasi di kedua negara
Proyek Tahap Pertama

Pada tahap pertama, Pertamina dan TEPCO akan membangun fasilitas produksi hidrogen di area pembangkit listrik tenaga panas bumi Lahendong di Sulawesi Utara. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2025.

Baca Juga: Jalur Sepeda Surya, Inovasi Energi Terbarukan di Belanda

Selain itu, kedua perusahaan juga akan melakukan studi kelayakan untuk pengembangan proyek-proyek hidrogen dan amonia lainnya di Indonesia.

Hidrogen dan Amonia sebagai Energi Bersih

Hidrogen dan amonia merupakan energi bersih yang memiliki potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil.

Kedua energi ini memiliki keunggulan berupa emisi karbon yang rendah, sehingga dapat berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim.

Baca Juga: PLTU Sintang Kalimantan Barat, Revolusi Energi 100% Biomassa dan Fleksibilitas Bahan Bakar

Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan hidrogen dan amonia, terutama dari sumber energi terbarukan.

Hal ini didukung oleh kondisi geografis Indonesia yang beriklim tropis dan memiliki sumber daya alam yang melimpah, seperti panas bumi, tenaga surya, dan tenaga angin.

Kerja sama antara Pertamina dan TEPCO ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan potensi hidrogen dan amonia sebagai energi bersih di Indonesia.***