POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintahan Prabowo-Gibran menaikkan harga BBM jenis Pertamax hingga 32 persen terhitung sejak Rabu (10/6) sekira pukul 00.00 WIB.
Namun harga Pertalite tetap tidak ada kenaikan sama sekali. Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, tidak naiknya BBM subsidi dan LPG subsidi ini merupakan perintah Presiden Prabowo.
Hal ini diungkapkan Bahlil Lahadalia di depan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada Pembukaan Munas HIPMI XVII di Lampung.
Dia berbicara sebagai Ketua Dewan Kehormatan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI.
Bahlil menyatakan kebijakan tersebut merupakan perintah langsung dari Prabowo kepadanya.
Baca Juga: Pertamax Naik 32 Persen, Menkeu Purbaya Sarankan Nanya ke Bahlil Soal Persentase Kenaikan
"Untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan. Itu perintah presiden, tidak ada kenaikan," tegas Bahlil dalam pidato yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (10/6/2026).
Seperti diketahui, Harga Pertamax dinaikkan Pemerintahan Prabowo Subianto hingga 32 persen atau dari Rp12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter sejak Rabu (10/6) pukul 00.00 WIB.
Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Lalu Pertamax Turbo (Ron 98) mengalami harga tetap atau tidak naik sama sekali yaitu Rp 20.750 per liter.
Baca Juga: Bahlil Berpeluang Maju di Pilpres 2029, Pengamat: Segala Sesuatu di Politik itu Memungkinkan
Sementara itu, terkait besaran kenaikan yang mencapai 32 persen, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar menanyakan ini ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Purbaya meminta wartawan menanyakan ke Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika ditanya kenapa harga BBM dinaikkan lebih 30 persen atau tepatnya 32 persen.
"Itu nanya ke Pak Bahlil mesti ada metode lagi. Nozzle control kalau nggak salah, nanya Pak Bahll yang ngerti," katanya saat diwawancarai wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dampak kenaikan Pertamax menurut Purbaya harusnya minim karena tidak ada kaitan dengan angkutan umum.
"Harusnya limited karena kan bukan buat angkutan umum kan, angkutan barang nggak pakai Pertamax," kata Purbaya menjawab dampak inflasi dari kenaikan Pertamax ini.
"Harusnya relatif minim karena kan Pertamax nggak dipakai buat angkutan barang," kata Purbaya.
Purbaya terlihat tergesa-gesa sehingga tidak bisa melakukan wawancarai dengan baik dengan wartawan. Bahkan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan sambil berjalan. ***




