POJOKSATU.id, JAKARTA – Pemerintahan Prabowo-Gibran menaikkan harga Pertamax sebesar 32 persen mulai Rabu (10/5) pukul 00.00 WIB.
Harga Pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.
Meski sudah naik 32 persen, ternyata menurut COO Danantara, Dony Oskaria, harga saat ini masih separuh dari harga asli.
Chief Operating Officer (COO) Danantara/Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria mengatakan, kenaikan harga tersebut mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar.
"Itu memang kan, memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar kan. Kalau tidak, nanti masa ditanggung terus-terusan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, menurut Dony, Pertamax merupakan produk BBM untuk menengah ke atas, dan harga saat ini masih separuh dari harga aslinya.
"Karena itu kan untuk kelas menengah ke atas kan. Tetapi itu pun sebetulnya kita hanya 50% dari harga real-nya," jelas Dony.
Dony mengatakan, kenaikan harga Pertamax ini juga telah melalui pembahasan dan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
"Jadi Kementerian ESDM melalui Dirjen menyepakati untuk melakukan itu," terang Dony.
Diketahui, harga Pertamax (RON 92) dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026).
Selain Pertamax, Pertamax Green 95 (RON 95) juga naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.***




