POJOKSATU.ID- Fakta baru penangkapan Pegi alias Perong oleh penyidik Polda Jawa Barat, namun hal baru rupanya mulai terungkap. Lalu apakah Egi itu Pegi? Apakah betul DPO itu adalah para pelaku yang sebenarnya?

Pernyataan terbaru Kuwu (Kepala Desa) Banjarwangunan, Sulaeman terkait pencarian 3 DPO kasus Vina Cirebon di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Sebelumnya, Daftar Pencarian Orang (DPO) telah diumumkan Polda Jawa Barat terkait 3 pelaku kasus pembunuhan Vina dan Eki di Kota Cirebon.

Namun, bukan titik terang yang ditemukan pasca pengumuman DPO tersebut. Kasus yang terjadi pada tahun 2016 itu malah semakin tenggelam dalam berbagai asumsi.

Terutama setelah kasus kematian Vina dan Eki ramai dibicarakan di media sosial. Semakin banyak asumsi liar.

Baca Juga: Pegi Ditangkap Tanpa Perlawanan di Bandung Selasa Malam, Selama ini Sengaja Disembunyikan Keluarganya?

Bermula dari pengumuman ciri-ciri ketiga DPO dengan detail informasi yang sangat minim. Tanpa foto dan tidak menggunakan nama lengkap.

Informasi yang dirilis akun @humaspoldajabar di Instagram pada 14 Mei 2024 itu pun membuat heboh sebab ketiga DPO disebut berasal dari alamat yang sama, yakni Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Ketiga DPO yang diumumkan Polda Jabar adalah Pegi alias Perong, Andi, dan Dani.

Ciri-ciri 3 buronan kasus Vina Cirebon itu disebutkan. Yaitu, Pegi alias Perong yang berusia 22 tahun saat kejadian dan kini sudah 30 tahun.

Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Arbi Aditama Siap Taklukan Tantangan Kelas Dunia di GP Catalunya

Lalu Andi yang dulu berusia 23 tahun dan kini sudah 31 tahun, dan Dani yang dulu berusia 20 tahun dan kini 28 tahun.

Nah, karena disebut berasal dari Banjarwangunan, pemerintah desa setempat akhirnya ikut menelusuri jejak Pegi cs.

Hasilnya, hingga Selasa, 21 Mei 2024, pencarian 3 buronan kasus Vina Cirebon belum membuahkan hasil.

Kuwu (Kepala Desa) Banjarwangunan, Sulaeman mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melakukan pencarian ketiga DPO namun mendapati kesulitan.

Baca Juga: Egi alias Pegi Otak Pelaku Pembunuh Vina Cirebon Akhirnya Ditangkap Polisi di Bandung

“Sudah saya cari dengan kerahkan pengurus RW, RT, serta perangkat desa," ujar Sulaeman dikutip Radar Cirebon, Selasa, 21 Mei 2024.

Sulaeman menceritakan, dari penelusuran itu pihaknya menemukan banyak nama yang sama dengan tiga orang DPO tersebut.

“Dari penelusuran, banyak nama yang sama. Untuk nama Andi misalnya, itu ada 15 orang. Untuk yang nama Dani, ada 9 orang, serta Egi ada dua orang. Bukan Pegi," tuturnya.

Meskipun memiliki nama yang sama, namun pihaknya sangat yakin jika nama yang sama tersebut bukan tiga DPO yang dimaksudkan Polda Jabar.

Baca Juga: Kelebihan Paket Umroh Maulid Alsha Tours

“Kenapa saya pastikan bukan DPO, karena sebagian besar usianya sudah tua. Kalaupun yang masih muda, itu ada Andi, satu orang. Tapi Andi itu juga sudah ditangkap polisi karena kasus obat," tuturnya.

Pihaknya pun sangat menyayangkan informasi DPO yang dikeluarkan oleh Polda Jabar yang tidak disertai dengan foto.

“Nggak ada foto itu yang buat kita sulit melakukan deteksi atau pencarian. Terus juga itu kan bukan nama asli. Jadi bisa saja namanya berbeda," ujarnya.

Sulaeman mengungkapkan, pihak Polda Jabar atau kepolisian lainnya sudah melakukan pencarian langsung di desanya.

Baca Juga: Kelebihan Paket Umroh Maulid Alsha Tours

"Ada dari polda dan meminta keterangan kepada perangkat sesa saya dan langsung turun ke rumah-rumah warga, sampai mengecek data kependudukan di kecamatan. Dan hasilnya belum ditemukan," tuturnya.

Sulaemen pun berharap rilis DPO tersebut disertai dengan foto.

“Kalau ada foto akan mudah mencarinya. Karena di Banjarwangunan itu ada 13 komplek perumahan, sehingga pendatang sangat banyak," tandasnya

Sementara itu, Pj Walikota Cirebon Drs H Agus Mulyadi MSi mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring informasi di media sosial terkait kasus Vina dan Eky.

“Banyak asumsi liar dan cocokologi yang kita belum tahu validitasnya atau dari mana sumbernya,” kata Agus Mulyadi.

Baca Juga: Teki-teki Pembunuhan Vina Cirebon dan Eky Belum Terang, Kompolnas Yakin Kasusnya Bisa Terbongkar

Ia mengatakan, informasi mengenai pelaku lain dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky masih simpang siur serta berpotensi menimbulkan fitnah yang dampaknya bisa merugikan pihak lain.

Katanya, banyak pengguna medsos yang berasumsi maupun menyebarkan informasi keliru terkait dengan identitas tiga buronan pembunuh Vina dan Eky.

Padahal, kata dia, Polda Jabar yang dibantu Bareskrim Polri sedang mengusut kasus tersebut, terutama dalam memburu 3 DPO.

“Jadi kami harapkan masyarakat lebih bijak memilih dan memilah informasi yang masuk berkaitan dengan kasus Vina. Kita sudah tahu bahwa penangannya sudah ditarik ke Polda Jabar dengan asistensi Bareskrim Polri,” ujarnya.

Baca Juga: Konflik Panas Antara KADIN dan Apindo Karawang, Pemicunya Surat Imbauan Bupati

Agus mengimbau masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum tentu validitasnya.

“Jangan asal share sesuatu yang kita tidak yakini bahwa itu benar. Nantinya kita menjadi bagian dari penyebar hoaks itu sendiri. Mari kita percayakan kepada polisi dan proses penangannya sedang berjalan,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Cirebon Kota AKBP Muhammad Rano Hadiyanto memastikan penanganan kasus pembunuhan yang terjadi pada Agustus 2016 itu masih berlanjut.

Kapolres menambahkan pihaknya berkomitmen membantu Polda Jabar dalam mengusut kasus pembunuhan itu.

“Saat ini sedang ditangani Polda Jabar dan diasistensi dengan Bareskrim Polri. Kita juga ikut melakukan pendampingan. Nanti dari Polda Jabar yang merilis informasi terbarunya,” ujar Rano. ***