POJOKSATU.id - Pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Cucun Syamsurijal terkait Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah bikin riuh jagat maya.
Pasalnya, dalam potongan video konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG se-Kabupaten Bandung, ia menyebut program MBG tak harus menggunakan ahli gizi. Nah, cuplikan inilah yang kemudian memicu perdebatan panjang.
Dalam video itu terlihat seorang perempuan yang merupakan ahli gizi tengah menyampaikan berbagai persoalan di lapangan.
Baca Juga: Kabar Gembira! PPPK Paruh Waktu Resmi Dapat Tunjangan Baru Mulai 2025, Ini Daftar dan Besarannya
Mulai dari maraknya perekrutan non-ahli gizi untuk mengisi posisi tenaga gizi hingga solusi yang ia tawarkan.
Salah satunya adalah mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) demi memenuhi kebutuhan tenaga ahli gizi di program unggulan Prabowo tersebut.
Perempuan itu juga menekankan pentingnya keberadaan ahli sanitasi di setiap SPPG MBG untuk memastikan kebersihan makanan bagi para penerima manfaat.
Namun belum sempat pembahasannya tuntas, ia justru dihentikan oleh Cucun yang kemudian jadi sorotan.
“Bapak-ibu sekalian, saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara Undang-undang, pembuat kebijakan itu saya,” ujar Cucun dalam rekaman yang viral itu.
Baca Juga: Habis TKA, Lanjut UAS! Ini Strategi Belajar yang Paling Efektif Biar Nggak Keteteran
Tak berhenti di situ, Cucun bahkan menyebut akan menggelar rapat dengan BGN agar diksi ‘Ahli Gizi’ pada SPPG MBG diganti menjadi ‘Pengawas Gizi’, sehingga tidak lagi mensyaratkan lulusan ahli gizi.
Pernyataan inilah yang menuai kritik dari banyak kalangan.
Padahal, seorang ahli gizi profesional punya peran besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Mereka memberikan konseling, edukasi, hingga rekomendasi nutrisi yang sesuai kebutuhan tubuh. Supaya makin jelas, berikut syarat lengkap menjadi ahli gizi.
Baca Juga: SKTP 28 Oktober Berbuah Manis, Guru SMP Non ASN Deli Serdang Laporkan TPG TW 3 Cair!
Syarat Menjadi Ahli Gizi
Untuk menjadi seorang ahli gizi, ada jalur pendidikan dan sertifikasi yang perlu ditempuh. Lulusan D3 atau S1 Gizi akan berstatus sebagai nutrisionis.
Mereka bisa memberikan edukasi dan penyuluhan terkait kebiasaan makan dan gaya hidup sehat.
Sedangkan untuk menjadi dietisien—profesi ahli gizi klinis—lulusan harus mengikuti program penyetaraan formal dan memperoleh sertifikasi Registered Dietitian (RD).
Sertifikasi inilah yang membedakan dietisien dari nutrisionis, karena dietisien memiliki kewenangan menangani terapi nutrisi pasien dan menjalankan tugas klinis lainnya.
Syarat Masuk Jurusan Gizi
Untuk kamu yang berniat terjun ke dunia gizi, ini dia syarat umum masuk kuliah Gizi:
Lulus SMA atau sederajat
Terbebas dari NAPZA
Tidak buta warna
Dengan menempuh pendidikan Gizi, mahasiswa akan mempelajari ilmu dasar nutrisi, nutrisi klinis, ilmu makanan, gizi olahraga, hingga gizi masyarakat.
Selain teori, kemampuan analisis, komunikasi, dan pemahaman praktik lapangan juga akan diasah untuk kebutuhan industri, layanan kesehatan, maupun penelitian.
Baca Juga: Akhirnya Cair! Guru Non ASN SMA Garut Ungkap Detik-Detik Klenting TW 4 Usai SKTP 20 Oktober
Kuliah Gizi juga membuka peluang karier yang cukup luas, mulai dari konsultan gizi, dietisien, tenaga kesehatan masyarakat, hingga peneliti yang fokus pada pengembangan ilmu gizi dan pola makan masyarakat.
Pada akhirnya, apa pun perdebatan yang terjadi, kebutuhan tenaga ahli tetap menjadi fondasi penting dalam program pelayanan publik. ***




