POJOKSATU.ID - Gelombang kemarahan publik memuncak setelah ratusan pasangan mengaku menjadi korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) Ayu Puspita.

Layanan yang dijanjikan dari katering hingga dekorasi berantakan pada hari pernikahan, membuat acara sakral banyak keluarga berubah menjadi mimpi buruk.

Kasus ini bermula dari laporan seorang perias pengantin yang menangani dua acara di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu 6 Desember 2025.

Kedua resepsi tersebut kacau total. “Katering enggak datang. Cuma ada dekor. Itu pun seadanya,” ujar Tamay, dikutip dari Kompas, 9 Desember 2025.

Baca Juga: Polda Jateng Didesak Tetapkan AKBP Basuki Tersangka Kematian Dosen Untag Dwinanda Linchia Levi

Video dan foto kondisi acara yang tidak terpenuhi membuat media sosial meledak, mendorong banyak korban lain angkat bicara.

Dalam hitungan jam, ratusan orang masuk ke grup-grup WhatsApp untuk membandingkan pengalaman.

Dari situ terungkap pola WO Ayu Puspita diduga menerima banyak pesanan dalam tanggal yang sama dengan paket yang identik, hingga tidak sanggup memenuhinya.

Diduga pula pemilik WO sengaja menjual kapasitas melebihi kemampuan produksi.

Baca Juga: UMP 2026 Siap Diumumkan, Regulasi Baru Janjikan Upah Lebih Adil di Tiap Provinsi

Merespons kemarahan masyarakat, pemilik WO Ayu Puspita akhirnya dibawa ke Mapolres Jakarta Utara untuk klarifikasi bersama tim marketingnya.

Namun, bukannya memberikan jawaban, Ayu justru membuat korban semakin frustrasi. “Enggak jelas. Saling lempar,” ujar Tamay.

Situasi memanas pada Minggu malam 7 Desember 2025, ketika ratusan korban mendatangi rumah Ayu Puspita di Kayu Putih, Jakarta Timur.

Polisi dari berbagai wilayah harus turun tangan mengurai massa.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edi Handoko, menyebut laporan para korban membeludak dan berasal dari berbagai kota Bogor, Bekasi, Cileungsi, dan lainnya.

Karena lintas wilayah, laporan diarahkan ke Polda Metro Jaya.

Menurut warga sekitar kantor WO, aktivitas sudah berhenti sejak Sabtu malam.

“Sejak kejadian itu, banyak korban datang cari dia. Ada yang ngaku rugi ratusan juta,” kata Azli, warga sekitar.

Baca Juga: Viral! Desa Lenyap Akibat Banjir Aceh, Makam Terseret Longsor hingga Kain Kafan Terlihat

Dalam video klarifikasi, Ayu mengaku siap menjual aset rumah KPR miliknya untuk membayar refund kepada korban.

Namun, pernyataan itu justru membuat banyak korban makin curiga.

Bagaimana mungkin sebuah bisnis yang diklaim berjalan bertahun-tahun tiba-tiba menyatakan bangkrut dalam semalam?

Ayu juga mengklaim bahwa masalah katering baru terjadi sekali selama operasi WO.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA Community Officer di BTPN Syariah! Gaji Kompetitif & THR 2 Kali Gaji untuk Perempuan 18–33 Tahun

Klaim itu langsung dibantah para korban yang mengaku pernah menerima layanan kurang sejak bulan-bulan sebelumnya.

Namun masih “ditambal” entah dengan pinjaman vendor atau alasan teknis.

Polisi kini mengumpulkan semua laporan untuk memeriksa dugaan penipuan berulang dan potensi pidana berlapis, termasuk penipuan, wanprestasi, hingga penggelapan.

Bila terbukti ada niat jahat sejak awal, status kasus bisa meningkat menjadi penipuan terencana.

Sementara itu, ratusan pasangan yang seharusnya merayakan momen bahagia kini harus menghadapi kerugian finansial besar dan trauma emosional.

Banyak yang terpaksa mengulang acara, ada yang kehilangan tabungan, bahkan hubungan keluarga pun ikut retak akibat kekacauan tersebut.

Kasus WO Ayu Puspita menjadi peringatan keras bahwa bisnis pernikahan yang penuh janji manis.

Sering kali menyimpan risiko besar dan pengawasan terhadap layanan pernikahan masih sangat lemah.***