POJOKSATU.id, JAKARTA— Mantan Menko Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli, wafat atau meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena sakit kanker pankreas.

Rizal Ramli, eks Menko Perekonomian era Gus Dur ini meninggal dunia atau wafat pada Selasa malam (2/1/2024) sekitar pukul 19.30 WIB di RSCM Jakarta.

Mantan Menko Kemaritiman era Jokowi ini menghembuskan nafas terakhir di usianya yang ke-69 tahun pada Selasa pukul 19.30 WIB di RSCM.

Rizal Ramli dikabarkan meninggal dunia di usia 69 tahun karena sakit kanker pankreas yang baru diketahui belakangan ini.

Baca Juga: Innalillahi, Ekonom Senior Rizal Ramli Meninggal Dunia di RS Cipto Mangunkusumo

 

Pernah Tolak Tawaran Menteri dari Soeharto

Rizal Ramli merupakan alumni ITB Bandung. Pada 1978, Rizal Ramli ikut dalam gerakan menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden.

Kejadian itu memberinya ruang di sel selama 18 bulan.

Lepas dari penjara, Rizal Ramli banyak meniti pendidikan di luar negeri. Ia memperoleh gelar doktor dari Boston University dan sejurus kemudian memutuskan pulang ke tanah air.

Di Indonesia, Rizal mendirikan Econit (1992), sebuah lembaga pengkajian ekonomi. Dari Econit inilah, Rizal menuai reputasinya. Ia banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasakan tidak fair bagi masyarakat.

Baca Juga: Profil Rizal Ramli, Rajawali Ngepret yang Pernah Jabat Kepala Bulog dan Menteri Keuangan

Rizal Ramli juga pernah ditawari oleh Soeharto untuk menjadi menteri di Kabinet Pembangunan VII.

Rizal pernah ditawari Gus Dur untuk menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, namun semuanya ditolak.

Barulah ketika Gus Dur memintanya menjadi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Rizal Ramli menerima tawaran tersebut.

Kepala Bulog hanya 6 bulan lalu diangkat jadi Menko Perekonomian oleh Gus Dur.

Baca Juga: Rizal Ramli Sakit Apa? Meninggal Dunia di RSCM, 2 Januari 2024

Kinerjanya yang tokcer dalam masa singkat di birokrasi, membuat pemerintah SBY juga meliriknya untuk menjadi Preskom PT Semen Gresik di tahun 2006.

Namun, posisi ini hanya digenggam selama 2 tahun. Tahun 2008, Rizal dipecat yang penyebabnya dibumbui rumor keterlibatannya dalam demo anti-kenaikan harga BBM yang diduga digerakkan Komite Bangkit Indonesia (KBI).

Terakhir kali dia menjadi menteri adalah saat dirinya diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya di tahun 2015 dan menjabat hingga tahun 2016.***