POJOKSATU.ID - Kerja sama erat antara Indonesia dan Thailand tidak hanya berfokus pada urusan diplomatik dan ekonomi semata, tetapi juga menyasar sektor pertahanan.
Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa hubungan yang solid dari kedua negara akan berdampak langsung pada penguatan stabilitas di kawasan ASEAN.
Dalam konteks pertahanan dan keamanan, kedua negara sepakat untuk melipatgandakan intensitas program-program strategis bersama.
Salah satu bentuk implementasinya adalah dengan meningkatkan jumlah serta kualitas level latihan militer bersama antar angkatan bersenjata.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Bersejarah PM Thailand di Istana Merdeka
Selain latihan di lapangan, pertukaran personel militer juga akan diperluas untuk memperkaya pengalaman operasional para prajurit.
Kerja sama di bidang pendidikan militer turut menjadi poin krusial yang terus didorong oleh pemerintah kedua belah pihak.
Langkah-langkah ini diambil agar angkatan bersenjata kedua negara memiliki kesiapan yang tinggi dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan regional.
Stabilitas kawasan Asia Tenggara dipandang sebagai syarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Langkah Bersama Kemensos, TNI, dan Polri dalam Menyiapkan Mental Generasi Tangguh di Sekolah Rakyat
Melalui koordinasi pertahanan yang makin padu, Indonesia dan Thailand bertekad menjadi pilar utama penjaga perdamaian di kawasan.
Pendekatan ini juga bertujuan mempererat rasa saling percaya dan pemahaman teknis di antara jajaran perwira kedua negara.
Presiden meyakini bahwa kolaborasi keamanan yang inklusif akan mampu meredam potensi ancaman stabilitas dari luar.
Sinergi ini juga mempertegas komitmen kedua negara dalam mendukung piagam ASEAN tentang ketahanan kawasan yang solid.
Ke depannya, jadwal interaksi militer dan kajian keamanan bersama dipastikan bakal diatur lebih detail oleh kementerian terkait.***




