POJOKSATU.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim perjanjian dagang terbaru dengan Indonesia mendapat sambutan positif dari kalangan petani dan pelaku industri di Negeri Paman Sam.

Melalui Kantor Perwakilan Dagang AS atau Office of the United States Trade Representative (USTR), Washington mengumumkan bahwa kesepakatan bertajuk Agreement on Reciprocal Trade (ART) telah resmi dicapai pada Februari 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Rabu (25/2/2026), USTR menyebut perjanjian tersebut akan membuka akses pasar Indonesia bagi lebih dari 99 persen produk Amerika Serikat di berbagai sektor.

Baca Juga: Wajib Tahu! Manajemen Hidrasi Saat Puasa, Cara Atur Minum Air Saat Puasa dan Olahraga Agar Tubuh Tetap Fit

Kesepakatan itu juga diklaim menghapus sebagian besar tarif Indonesia terhadap produk-produk asal AS, mulai dari komoditas pertanian, barang manufaktur, hingga produk industri lainnya.

USTR menyatakan bahwa langkah ini akan memperkuat hubungan perdagangan bilateral serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar bagi eksportir Amerika.

Sejumlah organisasi pertanian dan industri pangan di AS secara terbuka menyampaikan dukungan terhadap perjanjian tersebut.

Baca Juga: Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa, Sebelum Buka atau Setelah Tarawih? Ini Penjelasan Lengkapnya

Presiden dan CEO Federasi Produsen Susu Nasional, Gregg Doud, menyebut Indonesia sebagai pasar yang sangat penting bagi para peternak susu Amerika.

Ia menilai peningkatan akses pasar akan memperkuat posisi produk susu AS di Asia Tenggara.

Sementara itu, Presiden Asosiasi Peternak Sapi Nasional AS, Gene Copenhaver, menyoroti besarnya potensi pasar daging sapi di Indonesia.

Baca Juga: Setelah Bertahun-Tahun Jadi Sorotan, 109 Tiang Monorel di Rasuna Said Kini Resmi Dibersihkan Total

“Indonesia adalah pasar daging sapi halal terbesar di dunia, dan peningkatan akses ini memberikan peluang yang lebih besar bagi produsen kami untuk meningkatkan profitabilitas,” ujar Copenhaver, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Selain daging sapi dan produk susu, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu pasar utama untuk pakan ternak dan protein nabati di kawasan Asia Tenggara.

Dengan adanya perluasan akses pasar, produsen Amerika dinilai memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor ke Indonesia.

Kesepakatan ART ini disebut sebagai langkah strategis dalam memperluas hubungan dagang kedua negara.

Namun demikian, implementasi teknis serta dampaknya terhadap industri dalam negeri Indonesia masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Baca Juga: Menemukan Makna Peran sebagai Konten Kreator Kuta Udaya Wangsa dalam Perjalanan Magang Nasional MagangHub di PT Pojok Satu Indonesia

Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai tahapan penerapan kesepakatan tersebut maupun respons resmi dari pemerintah Indonesia terkait klaim dukungan luas dari kalangan industri AS.

Perjanjian dagang ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam dinamika hubungan ekonomi Indonesia - Amerika Serikat ke depan, terutama dalam konteks akses pasar dan perlindungan kepentingan nasional masing-masing negara.***