POJOKSATU.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hari ini resmi memberlakukan kebijakan tarif spesial senilai Rp1 untuk seluruh pengguna transportasi publik di ibu kota.

Kebijakan ini diterapkan dalam rangka memperingati Hari Angkutan Nasional 2026 yang jatuh tepat pada hari Jumat ini.

Seluruh layanan Transjakarta, baik bus koridor maupun non-koridor, sudah mulai menerapkan tarif minimalis tersebut sejak pukul 00.00 WIB tadi.

Tidak hanya Transjakarta, moda transportasi modern seperti MRT Jakarta dan LRT Jakarta juga turut berpartisipasi dalam skema harga khusus ini sepanjang hari.

Baca Juga: Terungkap Penyebab TPG April Belum Mencair, Pemerintah Prioritaskan Hal Ini

Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah beralih menggunakan transportasi massal dalam mobilitas harian mereka.

Selain itu, pemerintah berharap melalui promo ini, masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi tertarik untuk mencoba kenyamanan angkutan umum.

Meskipun tarif yang dikenakan sangat murah, para penumpang diwajibkan untuk tetap melakukan proses tap-in dan tap-out di setiap gerbang masuk dan keluar.

Penumpang juga harus memastikan kartu uang elektronik mereka memiliki saldo minimum yang cukup agar sistem gerbang dapat terbaca secara otomatis.

Baca Juga: Kemenkeu Buka 380 Rekrutmen Bea Cukai untuk Lulusan SMA 2026, Ini Bocoran Formasi dan Cara Daftarnya

Layanan mikrotrans atau angkot JakLingko tetap beroperasi dengan tarif Rp0 sebagaimana skema rutin yang telah berjalan selama ini.

Antrean penumpang di beberapa halte utama terpantau ramai namun tetap tertib karena sosialisasi yang sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

Petugas di lapangan juga disiagakan lebih banyak untuk membantu mengarahkan penumpang yang mungkin mengalami kendala teknis saat transaksi.

Kebijakan tarif Rp1 ini akan terus berlaku hingga nanti malam pada pukul 23.59 WIB di seluruh wilayah operasional Jabodetabek.

Melalui peringatan ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya penggunaan transportasi publik demi mengurangi polusi dan kemacetan semakin meningkat.

Jakarta terus berupaya mentransformasi sistem transportasinya menjadi layanan kelas dunia yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.***