POJOKSATU.id – Perwira tinggi Polri, Brigadir Jenderal Polisi Alexander Sabar, diangkat menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Penunjukan ini dilakukan untuk mempercepat pemberantasan judi online sekaligus membersihkan internal Komdigi dari keterlibatan pegawai dalam kasus serupa yang sempat viral.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa pemilihan Brigjen Pol. Alexander Sabar didasarkan pada rekam jejaknya di bidang penegakan hukum dan pengawasan digital.

“Kolaborasi antara Komdigi dan lembaga penegak hukum sangat diperlukan, terutama dalam situasi genting seperti sekarang untuk merespons ancaman digital yang semakin kompleks, terutama judi online,” ujar Meutya dalam siaran pers, Senin (25/11/2024).

Baca Juga: Perputaran Dana Perjudian Online di Indonesia Capai Rp 900 Triliun, Sebanyak 85 Kreator Konten dan Influencer Ditetapkan Jadi Tersangka PROMOSI JUDOL

Meutya menegaskan, pengalaman Alexander Sabar akan sangat bermanfaat bagi Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital, terutama dalam menangani tantangan digital seperti pencurian data, penyebaran konten ilegal, dan praktik judi online yang kian meresahkan.

Sosok Alexander Sabar

Berdasarkan informasi dari laman LinkedIn, Alexander Sabar memulai kariernya sebagai investigator di kepolisian sejak tahun 1996.

Ia juga memiliki pengalaman sebagai Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan di Badan Narkotika Nasional (BNN), jabatan yang diembannya sejak Februari lalu.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Narkotika Deputi Bidang Pemberantasan BNN.

Alexander Sabar juga pernah menjabat sebagai Kabagbanops di Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, memperkuat rekam jejaknya dalam menangani kejahatan lintas sektor, termasuk digital.

Baca Juga: Tersangka Pasutri Judol Komdigi, Polisi Temukan Aset Senilai 16 M

Pendidikan dan Pelatihan Khusus

Sebagai alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1996, Alexander telah menempuh berbagai pelatihan yang relevan dengan tugas barunya, di antaranya:

  • Computer Investigation and Forensics dari Interpol Amerika Serikat
  • The VFC Method Training oleh Cyber Crimes Investigation Center
  • Computer Investigation and Forensic Training oleh International Criminal Investigative Training Assistance
  • 2nd Interpol Train the Trainer Workshop on Computer Forensics for Asia and South Pacific yang diadakan oleh Interpol

Baca Juga: Inilah Tony Tomang, Disebut sebagai TIM SUKSES PASLON di Pilpres 2024, Jadi PENGHUBUNG Bandar Judi dengan Pegawai KOMDIGI, Total Kekayaan Rp 19,52 M

Pelatihan-pelatihan tersebut memperkuat keahlian Alexander dalam menangani kejahatan digital, termasuk pengawasan dan investigasi.

Optimisme Menteri Komdigi

Dengan bekal pengalaman dan pendidikan yang mumpuni, Meutya Hafid optimistis bahwa Alexander Sabar mampu mengatasi kompleksitas kejahatan digital.

“Pengalaman beliau sangat sesuai dengan kebutuhan Ditjen Pengawasan Ruang Digital dalam merespons ancaman era digital, terutama yang berkaitan dengan pencurian data, konten ilegal, dan judi online,” tambah Meutya.

Pengangkatan Alexander diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam upaya menjaga ruang digital yang lebih aman dan bersih dari praktik ilegal.***