POJOKSATU.ID – Suasana mencekam sempat terjadi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah perang tanding antar warga pecah di Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Senin (16/3/2025).

Peristiwa tersebut melibatkan dua kelompok masyarakat dari Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko.

Kedua kubu dilaporkan saling berhadapan di jalan raya dan bersiap melakukan perang tanding yang berpotensi memicu bentrokan besar, dilansir dari instagram @andreli_48.

Baca Juga: Akhir Era Anwar Usman di Mahkamah Konstitusi, 15 Tahun Mengabdi, Kini Pamit dari Sidang Terakhir

Warga dari kedua kampung tampak memadati lokasi kejadian. Mereka datang dengan mengenakan pakaian sehari-hari, sebagian di antaranya memakai ikat kepala dari kain adat khas Manggarai, peci tradisional, hingga sarung.

Ketegangan di lokasi sempat meningkat karena kedua kelompok terlihat sudah saling berhadapan dalam jarak dekat.

Situasi ini membuat masyarakat sekitar merasa khawatir konflik tersebut akan berubah menjadi bentrokan terbuka.

Baca Juga: Sejarah ITH Parepare: Kampus Teknologi Negeri yang Mengabadikan Nama BJ Habibie

Aparat kepolisian dari Polres Manggarai yang mendapat laporan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk meredam situasi.

Kehadiran petugas diharapkan dapat mencegah konflik agar tidak meluas.

Dalam sebuah momen yang menyentuh, terlihat seorang anggota polisi bahkan sampai berlutut di hadapan warga.

Baca Juga: Dugaan Penggelapan Proyek Disdik Jabar oleh CV CH Asal Garut, Januari Dilaporkan ke Polrestabes Bandung sampai Hampir Lebaran Kasusnya Tidak Jelas

Ia memohon kepada kedua kubu agar menahan diri dan tidak melanjutkan perang tanding.

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya persuasif agar masyarakat tidak terprovokasi dan memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

Hingga saat ini, penyebab pasti pertikaian antara warga Gendang Kaca dan Gendang Bung Leko masih belum diketahui secara jelas.

Aparat kepolisian masih melakukan upaya mediasi dan pendalaman informasi terkait akar konflik tersebut.

Perang tanding sendiri merupakan tradisi konflik yang pernah terjadi di beberapa wilayah Manggarai ketika terjadi perselisihan antar kelompok masyarakat.

Baca Juga: Mengapa Ada Guru Sudah Menerima THR tetapi TPG Belum Cair? Ini Perbedaan Proses Penyaluran yang Sering Membingungkan

Namun pemerintah daerah bersama aparat keamanan terus berupaya mencegah tradisi tersebut kembali terjadi karena berpotensi menimbulkan korban.

Situasi di lokasi dilaporkan mulai berangsur kondusif setelah aparat keamanan melakukan pendekatan kepada kedua belah pihak.***