POJOKSATU.ID - Dunia maya kembali dihebohkan dengan fenomena "perang rating" antarwarganet lintas negara.

Kali ini, netizen Indonesia dikabarkan 'menyerbu' salah satu ikon alam Brasil, Hutan Amazon, dengan memberikan rating bintang satu di platform ulasan seperti Google Maps.

Aksi ini diduga kuat sebagai balasan atas tindakan warganet Brasil yang sebelumnya berbondong-bondong memberikan rating serupa untuk Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

Peristiwa ini bermula dari insiden meninggalnya seorang pendaki perempuan asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani.

Baca Juga: Waspada! OJK Tegaskan Tak Pernah Hapus Utang Nasabah, Warga Diminta Jaga Data Pribadi

Kematian tragis ini memicu kekecewaan dan kemarahan di kalangan warganet Brasil, yang kemudian melampiaskan protes mereka dengan memberikan ulasan negatif dan rating bintang satu pada halaman Google Maps Taman Nasional Gunung Rinjani.

Beberapa komentar bahkan menyebutkan kurangnya kesiapan penanganan darurat dan keselamatan di lokasi tersebut.

Tidak tinggal diam, netizen Indonesia, yang dikenal dengan solidaritas dan respons cepatnya di dunia maya, langsung melancarkan "serangan balasan".

Sasaran mereka adalah Hutan Amazon, salah satu keajaiban alam dunia yang menjadi kebanggaan Brasil.

Baca Juga: Digunakan Saat UKPPPG Guru Tertentu 2025, ExamBrowser, Aplikasi Pengaman Ujian UTBK UKPPPG, Ini Hal Penting yang Harus Diketahui

Berbagai ulasan bintang satu, lengkap dengan komentar-komentar satir dan bahkan yang tidak relevan dengan Hutan Amazon itu sendiri, mulai membanjiri kolom ulasan.

Beberapa contoh komentar yang terlihat di platform tersebut antara lain:

"Pengen nya ngasi bintang 5, karena di sini ga ada hotel ya Udah bintang 1 aja cukup." 

"Jelek. Kerenan hutan kalimantan ada kunyangnya. Bonus suara kunti karaokean." 

Fenomena "perang rating" ini menyoroti bagaimana media sosial kini menjadi medan ekspresi emosi kolektif dan solidaritas nasional.

Bahkan jika itu melibatkan destinasi wisata yang tidak memiliki kaitan langsung dengan akar permasalahan.

Di satu sisi, ini menunjukkan kekuatan komunitas daring dan kecepatan informasi.

Baca Juga: Sabar dan Sabar, PPPK Tahap 2 2024 Diumumkan Bertahap, Cek Instansi yang Sudah Rilis Hasilnya, Formasi Guru Belakangan

Namun, di sisi lain, aksi semacam ini juga berpotensi merugikan citra pariwisata kedua negara, yang seharusnya menjadi aset bersama dan bukan objek perseteruan.

Penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa destinasi wisata adalah milik bersama dan seharusnya dijaga citranya.

Insiden tragis memang memerlukan evaluasi dan perbaikan, namun kanal yang tepat untuk menyampaikannya adalah melalui jalur resmi dan konstruktif.

Bukan dengan merusak reputasi secara daring yang dapat berdampak luas dan merugikan semua pihak.***

Baca Juga: Keamanan Bandung Ditingkatkan, 600 Personel Gabungan Diterjunkan Patroli

Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu

versid iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141

Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E

Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212