POJOKSATU.id, JAKARTA—Tas ransel milik Arya Daru Pangayunan yang ditemukan penyidik Polda Metro Jaya di samping tangga darurat lantai 12 gedung Kemlu ternyata berisi rekam medis korban.
Rekam medis ini berbunyi tentang rawat jalan dari penyakit yang dialami oleh korban Arya Daru dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta.
Namun ponsel atau Hp milik korban hingga kini belum ditemukan polisi. PonselArya terakhir aktif saat korban berada di Mal Grand Indonesia sekitar pukul 21.00 WIB pada Senin 7 Juli 2025.
Baca Juga: Tas Ransel Arya Daru Ditemukan di Tangga Darurat Gedung Kemlu, Isinya Rekam Medis dari RS
Dan 43 menit kemudian atau jam 21.43 WIB, Arya Daru berada di lantai teratas atau rooftop Kemlu di Jalan Pejambon Jakarta Pusat. Korban di sana hingga jam 23.09 WIB.
Penemuan tas ransel ini disampaikan Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak saat diwawancarai salah satu media elektronik nasional.
Tas milik diplomat Arya Daru ditemukan berada di rooftop lantai 12 Gedung Kemlu, tepatnya di samping tangga darurat.
Polisi menemukan tas Arya Daru belum ada penjelasan polisi tentang kapan dan cara penemuannya.
Baca Juga: Arya Daru Pangayunan Ternyata Sepupu Mantan Kepala BKN Bima Haria Wibisana
Polisi juga sudah memeriksa isi tas milik Arya Daru, salah satunya ditemukan rekam medis miliknya.
“Penyidik menemukan adanya rekam medis korban di salah satu rumah sakit umum di Jakarta tertanggal 9 Juni 2025. Saya tidak menyampaikan apa isinya. Tapi intinya ditemukan rekam medis milik korban,” katanya dilansir dari Instagram Kompastv, Minggu (27/7).
“Rekam medis ini berbunyi tentang rawat jalan dari penyakit yang dialami oleh korban,” kata AKBP Reonald Simanjuntak lagi.
Baca Juga: Fakta Terbaru Ponsel Arya Daru Hilang Bak Ditelan Bumi, Terakhir Aktif Sebelum ke Gedung Kemlu
Polisi memastikan uji laboratorium forensik atas kematian diplomat Kemenlu, Arya Daru Pangayunan, telah selesai dan dikaji dengan sejumlah fakta lain pada Senin pekan depan.
Sementara menurut Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono, ponsel milik Arya Daru menjadi pusat teka-teki.
Jejak digital terakhir korban terlacak di Mal Grand Indonesia sekitar pukul 21:00 WIB pada malam kejadian, 7 Juli 2025.
"Kemudian tahu-tahu telepon beliau tuh jam 21.00 itu off tidak tahu sebabnya kenapa dan penyidik juga ketika mendatangi TKP di kamar kosan kalau enggak salah kamar 105 tidak menemukan ponsel," ungkap Arief dikutip dari Youtube KompasTV.
Ponsel korban mati mendadak dan lenyap tanpa jejak. Tidak aktifnya gawai inilah yang menjadi pemicu kepanikan sang istri, yang kemudian mendesak penjaga kos untuk memeriksa kamar suaminya di Jalan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat.***




