POJOKSATU.ID – Kematian Brigadir Muhammad Nurhadi belakangan ini tengah ramai disorot publik.

Seperti diketahui, Brigadir Nurhadi berakhir mengenaskan usai diduga dibunuh oleh kedua atasannya di vila Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Namun dalam penanganannya, penyidik dinilai publik tidak transparan dalam melakukan proses hukum terhadap para tersangka.

Baca Juga: Pengakuan Misri Puspita Sari Usai Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Takut dengan Kompol Yogi, Ada Apa?

Tidak heran, fenomena ini sontak mendapat perhatian oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sarifuddin Sudding.

Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari portal media lombokpost.jawapos.com pada Kamis (10/7/2025).

Dalam artikelnya, ketidakterbukaan penyidik itu disebut Sarifuddin lantaran adanya inkonsistensi dari pihak penegak hukum.

Baca Juga: MPLS 2025 Ada Asesmen Literasi dan Numerasi: Bukan untuk Nilai, Tapi Bantu Guru Pahami Kemampuan Siswa

Seperti diketahui, kasus kematian Brigadir Nurhadi sebelumnya hanya disebut sebagai kecelakaan biasa.

Namun, setelah didalami lebih lanjut, pihak kepolisian menuturkan bahwa kasus tersebut merupakan suatu tindak pidana.

Oleh karena itu, Sarifuddin menilai bahwa kinerja penyidik dalam menagani perkara tersebut tidak transapran.

Baca Juga: Anggota DPR Ini Sebut Kematian Arya Danu Janggal, Polisi Diminta Tranparan dan Profesional

Ditambah, terduga pelaku dibalik kematian Brigadir Nurhadi merupakan dari kalangan instansi polri juga menambah citra buruk di mata publik.

“Fakta bahwa narasi tersebut baru berubah setelah adanya penyelidikan lanjutan memperkuat dugaan bahwa ada potensi penanganan awal yang tidak transparan,” jelasnya.

“Bagaimana polisi bisa dipercaya publik kalau perilakunya sendiri menyimpang dari nilai-nilai hukum dan kemanusiaan?” terangnya.

Baca Juga: HMC 2025 Kembali Digelar, AHM Buka Panggung Kreativitas untuk Ribuan Modifikator Tanah Air

Hal ini senada dengan pernyataan salah satu anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) polnas, Choirul Anam.

Menurut Anam, kasus pembunuhan Brigadir Nurhadi harus diusut tuntas sampai ke akar permasalahannya.

Sebab, dirinya menduga bahwa kematian anggota kepolisian NTB itu tidak lain lantaran adanya maksud terselubung.

Baca Juga: Pemerintah Canangkan 200 Sekolah Rakyat Terintegrasi, Kemenpan RB Dorong Penguatan Kelembagaan dan SDM

“Kasus ini harus dibuka terang. Apakah memang peristiwanya terkait perilaku, artinya memang perilaku-perilaku yang tidak baik oleh mereka para anggota sampai hilangnya nyawa,” jelasnya.

“Ataukah ini peristiwa-peristiwa yang masih ada sangkut pautnya dengan tugas dari anggota tersebut yang menjadi korban? Itu harus menjadi titik terang dulu,” lanjutnya. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android

Versid iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov