POJOKSATU.id, JAKARTA—Penyerang rumah Kapolri di Kebayoran Baru Jaksel berinisial JPP ternyata pernah pasien RS Jiwa. Pelaku JPP merupakan lulusan S2 dan pernah sekolah di STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri) atau IPDN.
Latar belakang penyerang rumah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai pasien RS Jiwa ini diungkap oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi.
Hasil penyelidikan polisi, JPP pernah PNS dan kemudian resign. Lalu menurut keterangan beberapa teman dan keluarga JPP, dia sempat mengalami depresi sehingga dibawa ke RS Jiwa.
Baca Juga: Sekda Karawang Giatkan Gerakan Menanam Pohon Nasional
Diketahui, rumah dinas Kapolri Jenderal Listyo Sigit di Jalan Pattimura nomor 37, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diserang orang pada Kamis siang (14/12).
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan latar belakang JPP merupakan mantan pegawai negeri sipil (PNS).
Latar belakang JPP juga pernah sekolah di STPDN atau IPDN.
Lalu JPP melanjutkan S-2 di universitas ternama di Yogyakarta. Lalu JPP kemudian resign dari PNS.
“Menurut keterangan beberapa teman dan keluarganya sempat mengalami depresi sehingga dibawa ke RSJ," kata Hengki kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/12).
Baca Juga: Emas Nico
Menurut Hengki, saat menyerang penjaga rumah dinas Kapolri ini, JPP tidak membawa senjata apapun, apakah senjata tajam, senjata lain, bahkan benda tumpul tidak ada dibawa.
Setelah diamankan, JPP dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan kejiwaan.
“Jadi langsung diamankan dan saat ini sedang dalam observasi psikologis di RS Polri Kramat Jati," jelas Kombes Hengki.
Sempat Berjalan ke Rumah Prabowo
Polisi menyebut JPP sempat berjalan ke arah rumah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto sebelum menyerang penjaga rumah dinas Kapolri.
"Iya sempat ke arah rumah Pak Prabowo kemudian diusir," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat (15/12).
Rumah Prabowo yang dimaksud berada di Jalan Kertanegara Nomor 4 yang terletak di belakang Rumah Dinas Kapolri.
Kombes Hengki menyebut pelaku JPP kemudian diusir oleh penjaga rumah dinas Prabowo karena dinilai mencurigakan sehingga bergerak ke arah rumah dinas Kapolri.***




