POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus ledakan di kawasan Garut, Jawa Barat tengah ramai jadi perbincangan publik.
Seperti diketahui, ledakan itu terjadi saat aparat TNI Angkatan Darat (AD) melakukan pemusnahan amunisi.
Namun, dalam upaya pemusnahan tersebut beberapa anggota TNI dan warga sipil tewas meninggal dunia.
Baca Juga: Ledakan Dahsyat di Lokasi Pemusnahan Bom Garut, Begini Kesaksian Warga
Berdasarkan informasi dihimpun, penyebab tewasnya warga sipil ini tidak lain saat korban hendak mengambil sisa amunisi dari ledakan.
Sebagaimana yang dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarmadiun.jawapos.com pada Senin (12/5/2025).
Dalam artikelnya, ledakan yang memakan korban jiwa itu dikonfirmasi terjadi saat warga mengutip sisa amunisi tersebut.
“Beberapa saat kemudian, warga yang penasaran mendekati lokasi untuk melihat dari dekat,” jelas dikutip.
“Dan mengumpulkan serpihan logam bekas ledakan yang dianggap bernilai ekonomis,” lanjut laporan artikel.
Namun, ketika para warga hendak mengutip sisa amunisi tersebut, ledakan susulan tiba-tiba saja terjadi.
Baca Juga: BRI Peduli Tebar Berkah Waisak, 1.000 Paket Sembako Disalurkan untuk Umat Buddha di Tangerang
Alhasil, warga sipil dan jajaran anggota TNI yang bertugas memusnahkan amunisi tersebut tewas di tempat.
“Tanpa disadari, masih terdapat sisa amunisi aktif yang belum meledak. menewaskan 11 orang di tempat, termasuk personel militer dan warga sipil,” jelasnya.
Lebih lanjut, insiden ini turut ditanggapi langsung oleh Anggota Komisi I DPR RI Tubagus (TB) Hasanuddin.
Yang mana, TB Hasanuddin menuturkan belasungkawa atas kepergian para perwira TNI dan jajaran warga sipil.
“Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” jelasnya.
Anggota DPR itu juga mengonfirmasi bahwa kejadian itu timbul lantaran adanya ledakan susulan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Ada yang meledak langsung, tapi ada juga yang meledak belakangan karena sifatnya yang tidak lagi normal,” ucapnya yang dikutip dari portal Antaranews.com. ***



