POJOKSATU.ID – Belum lama ini kasus kebakaran di kawasan Kendari, Sulawesi Selatan kian menarik perhatian publik.

Seperti diketahui, dalam insiden tersebut sebanyak tiga orang balita ZK (1), NM (3), dan NW (3) dikabarkan telah meninggal dunia usai terbakar.

Sedangkan, satu balita lainnya SN (4) masih berada di rumah sakit menjalani perawatan medis lantaran kondisisnya yang kritis.

Baca Juga: Siapa Ibu Tiga Balita yang Tebakar di Kendari? Kini Disorot Usai Tinggalkan Korban Demi Pergi Kencan Ternyata Seorang Selebgram

Berdasarkan informasi beredar, penyebab kebakaran itu terjadi tidak lain lantaran korban bermain korek api.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform X milik @MS_NOBODY_REAL pada Jumat (9/5/2025).

Dalam unggahannya, beredar sebuah percakapan antara saksi dengan salah satu pengguna akun di media sosial.

Baca Juga: PPG 2025 Awal Mimpi Besar 100 Persen GURU BERSERTIFIKAT Tuntas Tahun 2029, Begini Catatan Penting di PELUNCURAN PPG 2025, Kenalkan Platform Ruang GTK

Yang mana, diduga saksi menuturkan dengan jelas bahwa pemicu kebakaran terjadi lantaran diduga korban bermain korek api.

Sehingga, korek api yang dimainkan korban balita ini menyebabkan kain jendela rumah sontak terbakar.

Diketahui, di atas kain jendela tersebut terdapat sebuah kabel yang menjadi penyebab maraknya kebakaran tersebut terjadi.

Baca Juga: Kronologi Kasus Tiga Balita di Kendari Tewas Mengenaskan Usai Terbakar Dalam Rumah saat Ditinggal Ibu Pergi Kencan

“Terus kenapa bisa ada api? Ada orang main korek, terbakarlah horden, baru di atas horden ada kabel,” tanya jawab saksi dengan pengguna akun.

Kendati demikian, hal tersebut masih bersifat dugaan lantaran penyebab pasti kebakaran terjadi masih didalami pihak kepolisian.

Sebagaimana halnya penjelasan Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Nirwan Fakaubun yang dikutip Pojoksatu.id dari portal Antaranews.com.

Baca Juga: Bapak Ibu Guru Pahami 2 TROUBLE LAMAN SIMPKB untuk Pemanggilan PPG Guru Tertentu 2025, Tidak Usah Panik Simak PENJELASAN dan SOLUSINYA

Nirwan menuturkan bahwa pihaknya masih menyelidiki fakta di balik kebakaran yang tewaskan tiga balita itu terjadi.

“Sampai sekarang kami belum temukan kami belum temukan fakta sebenarnya apakah murni kelalaian atau bukan,” jelasnya. ***