POJOKSATU.id — Sejumlah perjalanan Transjakarta mengalami perubahan layanan pada Kamis (27/8/2026) akibat adanya penutupan jalan di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Kebijakan tersebut diberlakukan seiring dengan adanya rencana aksi penyampaian pendapat di area tersebut.
Transjakarta menyampaikan pemberitahuan terkait penyesuaian operasional melalui akun media sosial resminya.
Dalam perubahan tersebut, layanan rute 1F dan 1B untuk sementara dihentikan.
Baca Juga: KA Argo Muria, Sindoro, dan Merbabu Tak Lagi Dipakai, Diganti KA Muria Mulai Oktober
Rute 1F biasanya melayani perjalanan dari Stasiun Palmerah menuju Bundaran Senayan.
Sementara itu, rute 1B menghubungkan Stasiun Palmerah dengan Transport Hub Dukuh Atas.
Kedua layanan tersebut terdampak penutupan akses jalan di sekitar Gedung DPR/MPR.
Pengalihan juga diberlakukan terhadap beberapa layanan yang melewati Koridor 9.
Baca Juga: Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ada Honorarium dan Sertifikat untuk Peserta
Daftar layanan yang terkena penyesuaian mencakup Koridor 9, 9A, 10H, 1W, 3F, S61, SH2, serta T31.
Khusus perjalanan menuju Pluit, sejumlah layanan tersebut dialihkan dengan memanfaatkan jalur tol.
Akibat perubahan ini, bus untuk sementara tidak berhenti di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan.
Layanan rute 8N juga mendapatkan penyesuaian.
Rute yang semula melayani perjalanan Kebayoran-Petamburan melalui Asia Afrika kini hanya beroperasi pada rute Kebayoran-Asia Afrika.
Penyesuaian serupa berlaku untuk layanan SH2 jurusan Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Siapa Saja yang Gratis Naik LRT Jakarta? Ini Daftar 15 Golongan dan Rutenya
Untuk perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, bus tidak melayani sejumlah titik pemberhentian, yakni mulai dari bus stop DPR/MPR 1 hingga Slipi Petamburan 3.
Transjakarta mengingatkan para penumpang agar selalu mengecek informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Informasi mengenai kondisi layanan dapat diperoleh melalui kanal resmi Transjakarta serta aplikasi TJ:Transjakarta.
Sementara itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta turut mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.
Baca Juga: Di Tengah Demo 27 Agustus, Warga Pilih Bersihkan Sampah yang Berserakan di Depan Gedung DPR
Sebanyak 120 petugas dikerahkan untuk membantu pengaturan lalu lintas.
Personel tersebut dibagi menjadi dua shift, dengan 60 petugas bertugas pada pukul 07.00-13.00 WIB dan 60 petugas lainnya berjaga pada pukul 13.00-19.00 WIB.
Pengguna jalan yang hendak menuju atau melewati kawasan Gedung DPR/MPR disarankan menyesuaikan jadwal perjalanan.
Pemilihan jalur alternatif juga dapat dipertimbangkan dengan tetap memantau situasi lalu lintas terbaru.***




