POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua KPK Firli Bahuri telah memberikan keterangan kepada penyidik terkait laporan dugaan pemerasan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Firli Bahuri menegaskan kehadirannya sebagai bentuk esprit de corps atau semangat juang dan kebersamaan dalam perang badar dalam pemberantasan korupsi bersama Polri, termasuk tetap kooperatif saat penggeledah dilakukan penyidik di rumahnya di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (26/10/2023).

"Sejarah akan mencatat untuk pertama kali purnawirawan Polri dan sebagai pimpinan KPK, pulang ke rumah besar untuk kerja sama demi Indonesia bebas korupsi. Tanpa drama, kecuali sempat ada penyesuaian proses prosedur," kata Firli Bahuri kepada wartawan, Jumat (27/10/2023).

Baca Juga: Pemilih Cerdas Hasilkan Pemimpin Berkualitas

Firli mengaku bahwa proses pemeriksaan yang dilakukan para penyidik terhadap dirinya sangatlah profesional. Bahkan mantan Kapolda Sumsel itu merasa tidak mendapat perlakukan khusus apalagi pengistimewaan.

Ia juga mengaku diberi kesempatan untuk beribadah serta menjadi imam salat berjamaah.

"Untuk itu saya menaruh respect atas kerja penyidik. Mereka para penyidik hebat yang dimiliki Polri,” tegas Firli.

Firli menyampaikan semua pihak dalam kamar kekuasaan baik legislatif, eksekutif dan yudikatif, APH, penyelenggara negara, aparat keamanan dan parpol serta kementerian/lembaga wajib melibatkan diri melawan korupsi.

Namun faktanya, sambung Firli, sampai saat ini masih banyak lembaga yang permisif dengan korupsi.

Baca Juga: Telaga Wan An

Bahkan, tambahnya, amat disayangkan ada pula yang melakukan perlawanan ketika pimpinan lembaganya atau pun oknum penyelenggara negara tersangkut korupsi.

"Ini yang kita kenal dengan when the corruptors strike back. Lebih aneh lagi when the corruptors strike back dilakukan terhadap KPK,” jelasnya.

“Mereka sangat leluasa dan bebas. Di situ lah tantangan pemberantasan korupsi sehingga butuh sinergi dan orkestrasi," ungkap Firli.

Tak hanya itu, Purnawirawan Polri mengungkapkan, bahwa saat ini ada ratusan laporan kasus korupsi di berbagai level penyelenggaraan negara yang masih menumpuk di meja KPK, namun pihaknya pastiakan laporan tersebut tetap akan diproses.

Baca Juga: Kenapa PDIP tak Pecat Gibran? Apakah Ada Drama? Ini Jawaban Ketua DPP PDIP

"Untuk itu, KPK masih harus bekerja keras dengan seluruh keterbatasan dan segala serangan yang terjadi,” imbuhnya.

Karena itu Firli berharap Indonesia dapat belajar dari pemerintah Republik Rakyat China (RRC) yang berhasil membersihkan korupsi dalam waktu 10 tahun.

Pemerintah RRC juga berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia, serta sukses mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Keberhasilan tersebut, terang Firli, tidak lain karena adanya komitmen kuat dari presiden RRC serta dukungan penuh segenap pejabat negara serta rakyat RRC untuk membersihkan korupsi.

"Semoga Indonesia suatu saat bebas dari korupsi sehingga korupsi akan menjadi sesuatu masa lalu. Indonesia ke depan harus hidup dalam peradaban dunia yang bersih dari korupsi," pungkasnya.***