POJOKSATU.id, BOGOR—Penjual es gabus yang viral Adjat Sudrajat (49) bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Pertemuan Dedi dengan Adjat Sudrajat dilakukan di dalam mobil KDM. Pada momen ini, penjual es gabus ini mengaku sempat dipukuli lima ‘preman’ saat diintrogasi.

Momen ini diunggah Gubernur KDM dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada Rabu (28/1/2026).

Begitu juga media sosial Facebook @Kang Dedi Mulyadi, turut memposting pertemuan keduanya.

Baca Juga: Penjual Es Gabus Difitnah Oknum TNI dan Polisi Kini Seolah Diberi Kelapangan, Dapat Motor dan Uang

Di dalam mobil, saat ditanyai Dedi Mulyadi, Sudrajat mengaku sempat ditonjok oleh lima orang ‘preman’.

“Mukanya saya ditonjok sama digampar. Terus dia kabur,” kata Sudrajat.

“Kok ada ditonjok segala sih,” kata Dedi.

“Yang nonjokin siapa,” kata Dedi lagi.

“Preman,” jawab Sudrajat.

Menurut Sudrajat, sampai sekarang’preman’itu belum ditangkap polisi.

“Di pinggir jalan di Kemayoran. Ketika datang polisi, dia kabur,” jelas Sudrajat lagi.

Baca Juga: Bukan Cuma Es Gabus yang Jadi Viral, Ini 7 Jajanan Jadul yang Masih Bertahan hingga Sekarang

Menurut Sudrajat, yang menonjok dia adalah pria berkacamata, ada lima orang yang disebutnya ‘preman’.

Belum jelas sosok preman yang dimaksud oleh Adjat Sudrajat ini.

Menurut keterangan Sudrajat, dia sudah melaporkan kondisi dia yang ditonjok ini ke Kapolres Metro Depok yang datang ke rumahnya.

Sementara dalam tayangan You Tube milik Dedi Mulyadi, meski duduk semobil, Sudrajat masih tak menyadari jika yang berbincang dengannya adalah orang nomor satu di Jabar.

"Bapak kayak Dedi Mulyadi. Mukanya sama kayak Dedi Mulyadi," ungkap Sudrajat.

Lalu KDM pada mulanya menyebut bahwa dia adalah Haji Udin. Pekerjaannya punya ladang sawah dan kebun.

Dedi pun bertanya kepada Suderajat soal modal berjualan es gabus.

"Empat ratus ribu pak," jawab Suderajat.

Gubernur Jabar kemudian memberi dua gepok uang kepada penjual es untuk modal usaha dan membayar kontrakan.

"Ini saya kasih untuk bayaran sekolah sama kontrakan akan saya bayar. Saya gak percaya sama bapak," kata Dedi.***