POJOKSATU.id, JAKARTA—Sutrimo penjaga rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang ditemukan tewas dengan mulut dan hidung berbusa pada Kamis (23/7) pagi di depan klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jaksel.

Sutrimo ternyata sempat pulang kampung pada 8 Juli 2026 atau saat rumah Febrie Adriansyah digerebek tim gabungan Kortas Tipikor Polri.

Namun sekitar seminggu lalu atau tepatnya 16 Juli 2026, sekitar pukul 12.00 WIB, eks Jampidsus itu menghubunginya untuk kembali ke Jakarta.

“Pukul 14.30 WIB, almarhum berangkat via kereta api dari Stasiun Banyuma usai ditransfer biaya perjalanan,” ujar akun Instagram @lensight seperti dilihat, Senin (27/7).

Baca Juga: Keluarga Ungkap Momen Terakhir Penjaga Rumah Febrie yang Tewas, Curhat Soal Dijanjikan Mobil

Sehari sebelum Febrie Adriansyah ditetapkan tersangka dan ditahan Kejagung, Jumat (24/7), penjaga rumah Febrie ini pun ditemukan tewas di depan Klinik Mordent yang disebut milik Febrie.

Olah TKP di Klinik Mordent

Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya diduga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait penemuan mayat Sutrimo.

Sejumlah personel kepolisian tampak melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi pada Minggu malam (26/7) sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga: Buntut Bentrokan di Matraman, 4 Tersangka Pengrusakan Gerobak, 3 Tersangka Penganiayaan Berat

Pantauan wartawan, beberapa anggota kepolisian berpakaian sipil dan mengenakan masker terlihat menyisir area halaman Klinik Mordent.

Selain melakukan pemeriksaan di area luar, petugas juga terlihat memasuki bangunan klinik untuk melakukan pendalaman dan mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan.

Di lokasi yang sama, sebuah kendaraan milik Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri tampak terparkir di depan Klinik Mordent.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budhi Hermanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (26/7) menyebutkan, Polda Metro melalui Ditreskrimum bersama Polres Metro Jakarta Selatan, melakukan penyelidikan untuk mendalami informasi dan rangkaian peristiwa tersebut.

Penyelidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami oleh Ditreskrimum Polda Metro bersama Polres Metro Jaksel.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh,” ujarnya.

“Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” jelasnya lagi.***