POJOKSATU.ID - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta masyarakat untuk tidak cemas berlebihan menyikapi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang diproyeksikan mengalami defisit mendekati angka 3 persen.

Menurutnya, kondisi tersebut masih berada dalam batas aman dan telah diperhitungkan secara matang oleh pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menjadi pembicara dalam acara IBC Business Outlook 2026 yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Baca Juga: Persaingan Kerja Ketat, Begini Cara Agar Pelamar Tetap Dilirik Perusahaan

Di hadapan para pelaku usaha dan ekonom, Airlangga menegaskan bahwa defisit anggaran bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti secara berlebihan.

“Jangan khawatir tentang defisit anggaran 3 persen. Banyak negara lain defisitnya dua kali lipat dari itu dan mereka tidak khawatir. Jadi mengapa kita harus khawatir?” ujar Airlangga, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Ia menjelaskan, pemerintah telah melakukan berbagai simulasi dan perhitungan risiko ekonomi sebelum menetapkan postur APBN 2025.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA di FT UGM Posisi Pengolah Data 2026, Gaji di Atas UMR dan Terbuka untuk Lulusan Muda

Perhitungan tersebut mencakup berbagai kemungkinan tekanan global, mulai dari fluktuasi nilai tukar rupiah hingga dinamika pasar modal internasional.

Menurut Airlangga, hingga saat ini tidak ada risiko besar yang luput dari perhitungan pemerintah.

Baik dari sisi stabilitas makroekonomi maupun sektor keuangan, seluruh indikator masih berada dalam koridor yang terkendali.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA PAMA 2026! Fresh Graduate Dibuka untuk Posisi Finance & Administration Officer

“Tidak ada risiko yang belum kita perhitungkan, baik dalam nilai tukar rupiah maupun di pasar saham. Jadi ke depannya, saya pikir kita harus optimis,” katanya.

Airlangga juga menekankan bahwa kebijakan fiskal Indonesia tetap dijalankan secara disiplin.

Defisit APBN, lanjutnya, bukan semata-mata angka, tetapi instrumen untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA Kemenkes RI Program SIHREN 2026, Ini Posisi dan Syarat Lengkapnya

Optimisme pemerintah tersebut, kata Airlangga, sejalan dengan pandangan lembaga internasional.

Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) disebut masih memandang prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan dalam tren yang positif.

Penilaian IMF ini menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik, dan tekanan inflasi di sejumlah negara.

Baca Juga: Incar Golden Ticket UNAIR 2026? Ini Syarat Wajib, Penilaian Prestasi, dan Strategi Agar Peluang Lolos Lebih Besar

Airlangga menilai, kepercayaan global terhadap ekonomi Indonesia tidak terlepas dari konsistensi pemerintah dalam menjaga stabilitas fiskal dan melanjutkan reformasi struktural.

Dengan kombinasi kebijakan yang tepat, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus terjaga.

Di akhir pernyataannya, Airlangga kembali mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk melihat kondisi ekonomi secara proporsional.

Baca Juga: Kok Bisa? Eks Sekjen Kemnaker Diduga Terima Rp12 Miliar Bertahun-tahun, Bahkan Setelah Pensiun

Menurutnya, sikap optimistis namun tetap waspada jauh lebih dibutuhkan dibandingkan kepanikan yang berlebihan.***