POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menurut Dedi Kurnia Syah, pernyataan politisi PDIP bertujuan ingin mengambil alih pemilih atau loyalis Anies Baswedan di Pilkada 2024.
Sehingga menuding ‘Mulyono’ sebagai biang kerok batalnya Anies maju di Pilkada Jakarta dan Jawa Barat dari PDIP.
Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini menganalisa tidak ada bukti konkret ‘Mulyono’ jegal Anies Baswedan di Pilkada 2024.
Dedi Kurnia Syah juga berpendapat pernyataan PDIP itu terlalu politis. Meskipun benar dugaan itu, tetapi tidak ada bukti konkret ‘Mulyono’ jegal Anies Baswedan.
"Meskipun benar dugaan itu, tetapi tidak ada bukti konkret, dan keberanian PDIP suarakan isu tentu miliki nilai politis," kata Dedi, Minggu (1/9).
Menurutnya, PDIP hanya ingin mengambil alih pemilih Anies Baswedan di Pilkada 2024 ini.
"PDIP bisa saja ingin mengambil pemilih Anies yang kecewa atas gagalnya Anies terusung, sehingga isu itu disuarakan agar punya dampak elektoral" tegas Dedi dilansir RMOL.
Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono mengungkap bahwa penjegalan Anies Baswedan dalam Pilkada 2024, karena sosok bernama Mulyono.
Ono Surono mengungkap alasan PDIP batal mengusung Anies Baswedan di Jawa Barat.
Baca Juga: TRYOUT 15 CONTOH SOAL UKPPPG Guru Tertentu 2024, Hindari Jebakan Jawaban Benar
"Pak Anies dari kemarin kami tawari sampai mengerucut sore hari tadi. Kenapa gagal? Kita menghadapi tantangan yang sangat besar, tangan-tangan yang tidak menyetujui pak Anies didukung PDIP. (Siapa pak?) Ya, Mulyono dan Geng. Ya, tulis aja Mulyono," kata Ono ke wartawan, Jumat (30/8/2024).
"Kita tahu pak Anies orang asli Kuningan, Jawa Barat dan punya track record bagus untuk membangun Jakarta,” ujarya.
“Jadi saya yakin bisa jadi sosok untuk membangun Jawa Barat. Tapi kekuatan besar itu membuat Pak Anies tidak jadi diusung PDIP," jelasnya.
Ono mengatakan bahwa hanya DPP PDIP yang tahu mengenai bagaimana hubungan PDIP dengan Anies ke depan, sebagai penyambung komunikasi DPD Jabar dengan Anies.
Ono pun mengaku bahwa tiga hari yang lalu, Anies bersedia diusung oleh PDIP di Jawa Barat, tapi langkahnya dihambat oleh seseorang.
"Tidak secara spesifik saya sampaikan, tapi kan sudah kita bisa lihat lah Pak Anies dijegal di DKI, ini juga terjadi di Jawa Barat. Teman-teman bisa menafsirkan sendiri ya bentuknya seperti apa," tutur Ono. ***




