POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat Politik Muslim Arbi menyebut Anies Baswedan tidak perlu lagi maju di Pemilihan Gubernur Jakarta atau Jawa Barat.
Menurutnya, musuh politik Anies saat ini hanya ingin mempermalukan Anies dengan berbagai cara baik di Pilpres maupun Pilkada.
"Dan seharusnya Anies juga tidak perlulah maju di pemilihan gubernur lagi. Musuh politik Anies ingin permalukan Anies dengan berbagai cara baik di Pilpres maupun Pilkada. Apakah Anies menyadari itu?" kata Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, Minggu (1/9).
Menurutnya, PDIP juga dianggap sedang mencoba buang badan kesalahan ke Presiden Jokowi karena gagal mencalonkan Anies Baswedan di Pilkada Jakarta dan Jabar 2024.
Baca Juga: Pemain Bernilai Rp2,3 Triliun Ini Diminta Menolak Tawaran Liverpool dan Manchester City
"Kalau memang niat, PDIP bisa saja dengan mudah calonkan Anies di Pilgub, baik di DKI maupun Jawa Barat," katanya lagi.
Menurut Muslim, PDIP hanya ingin menampar Jokowi dengan menggunakan isu kegagalan Anies di Pilkada 2024 biar tidak kehilangan muka karena tidak punya koalisi yang paten.
Analis politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Dedi Kurnia Syah, menganalisa tidak ada bukti konkret ‘Mulyono’ jegal Anies Baswedan di Pilkada 2024.
Menurutnya, pernyataan PDIP itu ingin mengambil alih pemilih Anies Baswedan di Pilkada 2024. Sehingga menuding ‘Mulyono’ sebagai biang kerok batalnya Anies maju di Pilkada Jakarta dan Jawa Barat dari PDIP.
Baca Juga: Empat Kali Megawati Senggol Kapolri Tapi Tak Mempan, Bukti Jenderal Sigit Tak Bisa Diintervensi
Dedi Kurnia Syah juga berpendapat pernyataan PDIP itu terlalu politis. Meskipun benar dugaan itu, tetapi tidak ada bukti konkret ‘Mulyono’ jegal Anies Baswedan.
"Meskipun benar dugaan itu, tetapi tidak ada bukti konkret, dan keberanian PDIP suarakan isu tentu miliki nilai politis," kata Dedi, Minggu (1/9).
Menurutnya, PDIP hanya ingin mengambil alih pemilih Anies Baswedan di Pilkada 2024 ini.
"PDIP bisa saja ingin mengambil pemilih Anies yang kecewa atas gagalnya Anies terusung, sehingga isu itu disuarakan agar punya dampak elektoral" tegas Dedi dilansir RMOL.***




