POJOKSATU.id, JAKARTA— Pengamat Politik Subiran Paridamos menilai tidak ada intervensi Mulyono di Pilkada Jabar terkait gagalnya Anies Baswedan maju di Pilkada 2024.
Menurutnya, bahasa ‘intervensi Mulyono’ pada Anies ini merupakan narasi marketing politik untuk menciptakan sentimen negatif ke Jokowi.
Dikatakan Subiran, pernyataan Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono, yang menyebut ada intervensi 'Mulyono' pada pencalonan Anies Baswedan di Pilkada Jabar adalah tidak masuk akal.
Dia menilai, Megawati Soekarnoputri adalah Ketua Umum PDIP yang sulit diintervensi elite politik lain termasuk Presiden Jokowi dan Istana.
Baca Juga: Mengulik Asal-usul Nama Panggilan Bocil Kematian Wandah Basudara kepada Viewers YouTubenya
Sehingga pernyataan Ono Surono yang menyebut ada intervensi 'Mulyono' pada pencalonan Anies adalah tidak masuk akal.
"Intervensi Mulyono pada pencalonan Anies merupakan narasi marketing politik untuk menciptakan sentimen negatif ke Jokowi. Kita tahu PDIP dan Megawati mustahil diintervensi istana," ujar Direktur Eksekutif Sentral Politika ini, Sabtu (31/8).
Menurutnya, bukti Megawati tak bisa diintervensi Jokowi, Istana, lembaga survei atau orang lain terjadi pada Pilgub DKI Jakarta 2024.
“Jangankan oleh istana, opini publik dan elektabilitas lembaga survei sekalipun tidak bisa intervensi (Megawati)," tuturnya.
Baca Juga: Anies Singgung Mau Bentuk Partai Baru, Ini Pidato Lengkapnya Usai Gagal Pilpres dan Pilkada
"Pengusungan Pramono Anung dan Rano Karno di Jakarta adalah bukti bahwa PDIP tidak bisa diintervensi,” jelasnya.
Dia meyakini narasi intervensi di Pilgub Jabar adalah bentuk tudingan yang tak berdasar ke Mulyono dan gengnya.
"Statement ini menurut saya terlalu prematur dan sangat berisi muatan politik mengkambinghitamkan Presiden Jokowi," kata lulusan Magister Komunikasi Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu.
Mulyono sendiri ditengarai merujuk ke Presiden Jokowi mengingat itu adalah nama kecil Jokowi dan ini sudah diakui oleh Joko Widodo sendiri dalam sebuah wawancara. ***




