POJOKSATU.ID – Belakangan, kasus siswa pukul guru SMAN 1 Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) kian ramai disorot publik.
Sebab, oknum polisi Aiptu Rajamuddin selaku orang tua siswa MF (18) dituding membiarkan anaknya melakukan penganiayaan.
Seperti diketahui, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMAN 1 Sinjai, Mauluddin yang menjadi korban dalam insiden tersebut mengalami luka cukup serius.
Baca Juga: Dituding Biarkan Anak Pukul Guru SMAN 1 Sinjai, Oknum Polisi Aiptu Rajamuddin: Saya Sempat Melerai
Kendati demikian, pernyataan yang mengatakan bahwa Aiptu Rajamuddin biarkan anaknya melakukan kekerasan ternyata tidaklah benar.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari akun media sosial platform Facebook milik Sinjai Updates.
Dalam unggahannya, Raja menyampaikan langsung bahwa dirinya justru melerai aksi amoral anaknya terhadap guru SMAN 1 Sinjai.
Tidak hanya itu, personel Polres Sinjai ini juga menyuruh anaknya minta maaf usai pukul guru hingga babak belur.
“Saya sempat memarahi anak saya, setelah kejadian (penganiayaan) anak saya dibawa ke ruang guru,” jelasnya.
“Saya sampaikan ke anak saya, ‘nak kau pergi minta maaf sama gurumu, sama wali kelasmu, kau bikin malu saya di sini’,” lanjutnya.
Raja juga menyampaikan permohonan maaf imbas kasus penganiayaan anaknya menjadi trending topik di berbagai platform.
Yang mana, itikad permintaan maaf itu ditujukannya terkhusus kepada Wakasek SMAN 1 Sinjai yang jadi korban anaknya.
“Dengan adanya kejadian seperti ini dan viral, saya selaku orang tua siswa memohon maaf yang sebesar-besarnya,” jelasnya.
Baca Juga: Jangan Gagal Paham, Ini 7 Konsep Pembelajaran yang Sering Bikin Guru Tertukar
Lebih lanjut, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Sinjai Muh Suardi turut mengonfirmasi aksi kekerasan tersebut.
Menurut Suardi, kasus ini bermula ketika Mauluddin mendapati MF sedang tidak berada di kelas meski sudah masuk jam pembelajaran pada Selasa (16/9/2025).
Diketahui, aksi bolosnya itu disinyalir tidak hanya sekali terjadi, melainkan sudah berulang-ulang kali.
“Ini anak sebenarnya sering didapati tasnya ada di kelas, orangnya tidak ada saat belajar,” jelas Suardi.
“Sehingga Wakasek melakukan penertiban dengan keliling ke kelas-kelas dan saat itu didapat ada tasnya itu siswa, tetapi orangnya tidak ada,” lanjutnya.
“Nanti ketika pulang sekolah baru datang ambil tasnya. Kita tidak tahu ini anak ke mana, dan ini sudah sering didapati,” imbuhnya.
Resah dengan sikap MF, Mauluddin akhirnya mengarahkan muridnya itu ke ruang Bimbingan Konseling (BK) guna menjalani pembinaan.
Tidak lain, hal tersebut dilakukan agar adanya pembenahan karakter dari murid SMAN 1 Sinjai tersebut.
Diketahui, MF tidak hanya hadir seorang diri, melainkan ayahnya yang seorang polisi juga ikut diminta untuk datang ke ruang BK.
Baca Juga: Skandal Mutasi Kepsek SMP Prabumulih: Sorotan Publik Meluas hingga KPK Usut Kekayaan Wali Kota Arlan
Namun, hal mengenaskan justru terjadi saat oknum polisi itu tiba di tempat dan meminta Mauluddin juga ikut hadir.
Sebab, Wakasek SMAN 1 Sinjai yang mengindahkan permintaan orang tua pelaku langsung jadi sasaran kekerasan muridnya.
Yang mana, dirinya dianiaya dari arah belakang dan disaksikan langsung oleh orang tua murid tersebut.
Baca Juga: Waspada! Penerima Bansos yang Terlibat Judi Online Akan Langsung Dicoret
“Pada saat duduk di ruang BK, ini orang tua siswa meminta dipanggilkan Wakasek Kesiswaan yang namanya Pak Maul itu. Pak Mauluddin," jelas Suardi.
"Ketika Pak Mauluddin masuk di ruangan BK, langsung ini anak melompati dari belakang dan dia pukul dari belakang,” lanjutnya. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



