POJOKSATU.id, JAKARTA—Kasus tewasnya Kacab BRI Cempaka Putih Muhammad Ilham Pradipta mulai terang.

Kepala Cabang BRI di Jakarta Timur ini disebut tewas di Cawang, Jakarta Timur, dari keterangan para penculik.

Pengacara empat pelaku penculikan, Adrianus Agal, mengungkap keterlibatan oknum aparat inisial F dalam kasus pembunuhan Kacab BRI ini.

Agal menyebut empat pelaku penculikan bertugas mengantar korban ke salah satu lokasi di Cawang.

Dan kembali ditugaskan menjemput korban dari lokasi ini.

Baca Juga: Pengacara 4 Penculik Kacab BRI Ungkap Keterlibatan Oknum Aparat, Minta Atensi Kapolri dan Panglima TNI

Namun saat mereka menjemput korban di Cawang, di situlah mereka melihat korban Muhammad Ilham Pradipta ini sudah tidak bernyawa atau tewas.

Sesudah itu, mereka kembali mendapat perintah dari oknum inisial F ini untuk membuang jenazah korban.

Fakta ini disampaikan Adrianus Agal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Senin (25/8/2025). Disebabkan adanya keterlibatan oknum aparat ini, keempat penculik pun meminta perlindungan kepada Kapolri dan Panglima TNI.

“Adik kami, Eras (tersangka EW) diminta untuk menjemput paksa. Setelah adik kami, Eras dan kawan-kawan menjemput di waktu sore, ada perintah dari oknum F,” tegas Adrianus Agal dilansir Kompascom, Selasa (26/8).

Baca Juga: Profil dan Rekam Jejak Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih Dikenal Crazy Rich asal Jambi

Dalam perintah itu, Eras dan kawan-kawan diminta untuk menyerahkan korban Muhammad Ilham Pradipta kepada seseorang di wilayah Cawang, Jakarta Timur.

Usai penyerahan korban di Cawang, Eras dan tiga rekannya meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, mereka kembali mendapat perintah untuk mengantar pulang korban.

Pada saat menemui korban di Cawang, di situlah mereka melihat korban Ilham Pradipta ini sudah tidak bernyawa lagi.

Baca Juga: Orang Tua Terduga Pelaku Kasus Foto Syur AI di Cirebon Sampaikan Permintaan Maaf

“Pada saat mereka mengantar itu, mereka juga dalam tekanan,” ujar Adrianus.

Dikatakan Agal, salah satu terduga penculikan ini sempat menyampaikan ke keluarganya bahwa mereka memang diperintahkan untuk membuang jenazah korban.

“Jadi peran mereka itu sampai di situ,” katanya.

Tiga Kluster Pembunuhan

Sementara itu, dalam tayangan You Tube Berita Satu yang diunggah Selasa (26/8), pengacara empat pelaku penculikan, Adrianus Agal, kembali menegaskan keterlibatan oknum aparat ini.

Dia juga menyebutkan bahwa ada tiga kluster dalam kasus pembunuhan dan penculikan Kacab BRI ini.

“Atas peristiwa pidana ini, ada tiga kluster. Kluster pertama, ini setelah kami dapat informasi dari penyidik, bahwa kluster pengintai, penjemputan paksa dan eksekutor,” tegas Adrianus dalam tayangan You Tube dengan judul ‘Ada Oknum Aparat di Balik Pembunuhan dan Penculikan Kacab Bank BRI’ yang disiarkan Berita Satu.

“Kami dari pihak keluarga (pelaku penculikan) sudah minta perlindungan hukum ke Panglima TNI dan perlindungan hukum ke Kapolri karena ada keterlibatan oknum aparat,” tegasnya dalam wawancara itu.***