POJOKSATU.id, LOMBOK—Misri Puspita Sari (23) diduga tak terlibat pembunuhan Brigadir Muhammad Nurhadi di Vila Gili Terawangan, Lombok, NTB, 16 April 2025 lalu.

Misri lah yang pertama kali melihat mayat Brigadir Muhammad Nurhadi di dasar kolam di Vila Gili Terawangan usai keluar dari kamar hotel.

Hal mencurigakan juga dibongkar pengacara Misri, Yan Mangandar Putra, soal hubungan antara Brigadir Muhammad Nurhadi dan Ipda Haris Chandra.

Yan Mangandar Putra membeberkan fakta-fakta ini saat diwawancarai wartawan seperti terlihat di You Tube Tribun Lombok, Senin (14/7/2025) dengan judul Pengacara Misri Beberkan Kronologi Detik-detik Kematian Brigadir Nurhadi di Vila Gili Trawangan.

Baca Juga: Profil Misri Tersangka Tewasnya Brigadir MN, Diundang Presiden ke Istana, Keluarga Minta Transparan

“Antara pukul 18.20 sampai 19.55, Ipda Haris Chandra dua kali masuk kembali ke vila. Pertama dia datang dia itu sambil main Hp, dia itu nelpon sambil video call. Dia langsung ke kolam, sempat video call seseorang dan ditunjukkan wajah Brigadir Nurhadi,” katanya.

“Brigadir Nurhadi sempat ditegur. Korban kayak menelpon tapi pakai sandal hotel. Makanya ditegur Ipda Haris Chandar. Kamu jangan berlebihan, kontrol diri. Dilihat sama Misri, karena Misri kan di sekitaran kolam,” katanya.

Kedatangan kedua kali Ipda Haris Chandra hanya sampai teras hotel. Dengan gestur celangak celinguk.

Baca Juga: Pengakuan Misri Puspita Sari Usai Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi, Takut dengan Kompol Yogi, Ada Apa?

Sementara posisi Kompol I Made Yogi saat itu di kamar vila sambil tertidur karena pengaruh obat atau narkoba yang mereka minum.

Di 19.55 ini, Misri sambil duduk di kursi kolam vila sempat memvidiokan Brigadir Nurhadi di pinggir kolam dalam kondisi berendam dan sempat dikirimkan ke teman-temannya sambil menyebut vidio ini lucu.

Setelah mengambil video, Misri lalu berjalan ke kamar sambil main Hp. Saat jalan ke kamar, dia lihat Ipda Haris Chandra datang ketiga kali. Dia melihat Haris sampai di teras kamar hotel saja.

Lalu Misri membangunkan Kompol I Made Yogi karena beranggapan Ipda Haris Chandra ada keperluan dengan Kompol Yogi.

“Bangunkannya lama lagi, mungkin sampai 15 menitan. Akhirnya Kompol Yogi bangun langsung pegang HP,” katanya.

“Setelah memastikan Kompol Yogi bangun, dia langsung masuk kamar mandi. Dia mandi lama sekali sampai lebih 20 menitan. Mandi total dia katanya. Di dalam dia agak lama. Habis mandi dia dandan karena meja rias juga di dalam,” ujarnya lagi soal Misri ini.

Baca Juga: Imbas Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Ipda Haris Chandra Minta Penyidik Transparan Tangani Kematian Brigadir Nurhadi

“Selama di kamar mandi, dia tidak mendengar apa-apa sama sekali,” katanya.

Selesai mandi sekitar lebih 20 menitan, sekitar pukul 20.40, dia sudah kondisi siap, sudah berbaju dan lain-lain. Dia keluar dari kamar mandi tersebut.

“Habis itu, dia keluar dan langsung melihat Kompol Yogi di atas tempat tidur. Akhirnya dia diajak duduk di teras di depan vila cerita-cerita,” jelasnya.

“Habis itu, Misri inisiatif jalan ke arah kolam. Ada orang ya. Dia biasa aja. Yang membuat dia makin jalan lagi ke arah kolam, ada botol mineral kosong di atas genangan air kolam. Dia penasaran kok ada itu,” jelasnya.

“Dia lanjut jalan, setelah menghadap ke bagian bawah kolam, kaget, ada jenazah Brigadir Nurhadi di dasar kolam. Dia histeris manggil-manggil Kompol Yogi,” jelasnya.

Mendengar teriakan Misri, Kompol Yogi pun disebut kaget dan langsung berlari dan menghambur ke dalam kolam menyelamatkan Brigadir Nurhadi.

Menurut Misri, Kompol Yogi dan Misri sempat menekan jantung dan memberi napas buatan kepada Brigadir Nurhadi.

“Misri cepat telepon Haris. Cepat. Cepat. Akhirnya telepon Haris. Dia datang. Itu kejadian pukul 21.00. Cepat dia datang, lima menitan lah. Tapi dia (Haris) gak ngebantu. Dia sibuk telepon. Entah siapa yang dia telpon. Kemudian datanglah pegawai hotel. Lalu orang Klinik,” kata Yan Mangandar soal detik-detik kejadian di Vila Gili Trawangan.

Yan Mangandar Putra tergabung dalam Aliansi Reformasi Polri untuk Masyarakat NTB dan LBH APIK.

Sementara itu, Reni (35), kakak Ipar Nurhadi mengatakan sempat membuka WhatsApp (WA) di HP Nurhadi bersama keluarga, yang di dalamnya ada pesan dari tersangka Ipda Haris Candra yang memintanya tak ikut campur.

"Di WhatsApp itu terlihat percakapan tersangka Haris Chandra yang memintanya (Nurhadi) diam saja, itu di screenshot oleh almarhum dikirim ke tersangka Yogi, sayangnya saya tidak kirim hasil screenshot itu ke handphone saya," katanya.

"Ada banyak yang bisa kita lihat di sana, tapi sudah disita," kata Reni kakak ipar Brigadir Nurhadi.***