POJOKSATU.id - Kasus bullying di Cilacap yang disertai penganiayaan dan kekerasan membuat pengacara keluarga David Ozora, Melissa Anggrani bersuara.

Peristiwa bullying di Cilacap memicu emosi dan kemarahan publik terhadap pelaku perundungan.

Pasalnya, pelaku bullying di Cilacap itu dinilai telah melawati batas.

Baca Juga: Berbeda Dukungan di Pilres, Heru Tetap Diberi Kesempatan Maju Sebagai Caleg PAN DPR RI Jabar 8

Bahkan banyak masyarkat yang menyandingkan dan menyamakan pelaku bullying Cilacap dengan Mario Dandy.

Hal itu mengacu dari tingkah laku pelaku yang melakukan selebrasi usai menghajar korbannya.

Seperti diketahui, Mario Dandy melakukan selebrasi ala pesepakbola dunia usai menghajar habis-habisan David Ozora.

Baca Juga: Ini Link Live Streaming Indonesia vs Uzbekistan Kamis Sore 28 September, Ada 2 Alternatif

Dia juga berucap tidak takut sama sekali jika sampai David Ozora tewas sekalipun.

Sementara pelaku bullying Cilacap melakukan selebrasi victory ketika adik kelasnya smepat pingsan di lapangan voli.

Hal demikian menandakan bahwa sama sekali tidak ada penyesalan pada diri pelaku.

Baca Juga: Komentar Netizen Soal Pelaku Bullying di SMP Cilacap yang Tiba-tiba Alim : Lagi Ngantri Sunat?

Sebaliknya, pelaku sangat puas ketika melihat orang yang ia hajar jadi tidak berdaya dan kesakitan.

Karena itu, pengacara keluarga David Ozora, Melissa Anggraini pun ikut bersuara.

Melissa pun tahu betul seperti apa dan bagaimana kondisi korban bullying disertai penganiayaan dan kekerasan.

Melalui akun Twitter pribadinya, Melissa Anggraini menyebut pelaku bullying di Cilacap tidak pantas mendapat perlindungan.

Baca Juga: Link Live Streaming Indonesia vs Uzbekistan 28 September, Dukung Garuda Muda Tembus 8 Besar Asian Games

Perlindungan dimaksud adalah sebagaimana Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pendapat Melissa itu disuarakan dengan meng-quote cuitan aku Twitter @zoelfick yang bercentang biru.

"Anak pelaku bully seperti ini mestinya dibikin jera sebenar-benar jera,"

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Indonesia vs Uzbekistan 28 September, Live di TV Mana?

"Di beberapa pesantren/sekolah, ia sdh bermasalah, dan ternyata semakin parah," tulis @zoelfick.

Cuitan itu lantas di-quote oleh Melissa Anggraini.

"Bocah apa ini disebutnya..." cuit Melissa di akun Twitter @MellisA_An, dikutip Pojoksatu.id.

Baca Juga: Siapa Calon Mantan Bupati Anne Ratna Mustika, Statusnya Bujangan, Duda Ataukah Masih Memiliki Istri?

"Yang kayak begini tidak layak dilindungi oleh UU perlindungan anak," lanjut Melissa Anggraini.

Sebelumnya, Polresta Cilacap resmi menetapkan pelaku bully Cilacap sebagai tersangka.

Baca Juga: Ternyata Ada Video Perundungan Siswa SMP di Cilacap Jilid 2, Lokasinya Sama Pelaku dan Korban Beda!

"2 orang siswa telah ditetapkan sebagai pelaku dan 3 orang siswa sebagai saksi," ucap Kapolreta Cilacap, Kombes Fannky Ani Sugiharto, Kamis 28 September 2023.

Meski begitu, Fannky tidak mengungkap identitas kedua pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka itu.

Diduga kedua pelaku itu tidak lain adalah MKY dan satu siswa lain yang dalam video terlihat menampar korban.

Baca Juga: Para Juri Kaget dan Penonton Kecewa, Putri Ariani Hanya Raih Juara 4 America’s Got Talent 2023

Dalam kasus ini, polisi juga telah melakukan upaya preemptif dan preventif sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Karena itu, Fannky meminta masyarakat bisa menahan diri dan tidak menghakimi pelaku bully Cilacap.

Di sisi lain, media sosial kembali dihebohkan dengan video perundungan siswa SMP di Cilacap jilid 2.

Baca Juga: Sadis, Pemuda Ini Bunuh Kekasihnya, Dicekik, Urat Nadi Dipotong, Ditangkap saat Makan Malam dengan Cewek Lain

Diyakini lokasi perundungan atau bully disertai kekerasan itu terjadi di lokasi yang sama dengan video sebelumnya.

"Beredar lagi Video Bullying & Kekerasan terhadap siswa SMP dengan lokasi yang sama di Lapangan bola Volly di daerah Cimanggu, Kabupaten Cilacap," tulis akun Twitter @hiburandisosmed, dikutip Pojoksatu.id, Kamis 28 September 2023.

Di video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat seorang siswa SMP memukuli siswa SMP lainnya dengan cukup brutal.

Baca Juga: Purnawirawan Jenderal TNI Polri Relawan AMIN 'Gempur' Jabar

Saking brutalnya, korban sampai memilih meringkuk dan melindungi kepalanya usai terjatuh dan menahan sakit akibat pukulan pelaku.

Akan tetapi pelaku yang tubuhnya lebih kecil dari korban terus memukuli kepala korban.

Baca Juga: Anies Baswedan Saksi Pernikahan Putri Habib Rizieq, Arah Dukungan PA 212, FPI dan GNPF Ulama Sudah Bisa Diteba

Sesaat kemudian datang siswa SMP lain yang bermaksud melerai tapi pelaku tidak terima hingga ia berteriak histeris.

Pelaku terus berusaha melepaskan diri dan mengejak serta memukul lagi korban yang kembali berdiri.

Berdasarkan pengamatan Pojoksatu.id, para siswa SMP tersebut juga berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Sunda.

Baca Juga: Film Love at First Sight: Keajaiban Cinta di Bandara, Saksikan Kisahnya di Netflix!

Bedanya, para siswa SMP tersebut mengenakan seragam kemeja putih lengkap dengan dasi panjang dan celana panjang warna biru gelap.

Terlihat jelas ada sejumlah siswa SMP lainnya di lokasi tersebut.

Berbeda dengan video pertama dengan siswa SMP seragam kotak-kotak biru, di video ini perundungan terjadi di lapangan voli.

Baca Juga: Cemburu Pacar WA Pria Lain, Pacar Adu Kepala Pacar dengan Elpji 3 kg, ya Tewas

Akan tetapi terlihat jelas lokasi perundungan pertama yang berada di sisi atas lapangan voli tersebut.***