POJOKSATU.ID - Pemerintah terus mendorong transformasi penerima bantuan sosial (bansos) agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga mampu mandiri secara ekonomi.

Salah satu langkah strategis yang kini disiapkan adalah memberikan prioritas kerja bagi penerima bansos di Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.

Langkah ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Koperasi.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta.

Baca Juga: Ajudan Gubernur Riau Ditahan KPK, Diduga Jadi Penampung Uang Miliaran ‘Jatah Preman’ dari Kepala UPT

Gus Ipul menegaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui Instruksi Presiden terkait percepatan pengentasan kemiskinan dan pembentukan koperasi Merah Putih.

Tujuannya jelas, yakni mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) agar bisa “naik kelas” dan keluar dari ketergantungan bansos.

“Pemberdayaan ini salah satunya dengan memberi kesempatan kerja di koperasi bagi para penerima manfaat,” ujar Gus Ipul.

Tak hanya bekerja, para penerima bansos juga akan didorong menjadi anggota koperasi.

Baca Juga: Heboh Pengadaan Kaos Kaki BGN Rp6,9 Miliar, Harga Tak Wajar Jadi Sorotan dan Perbandingan dengan Pasaran

Dengan begitu, mereka tidak hanya memperoleh penghasilan tetap, tetapi juga berpotensi mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun.

Program ini dinilai sebagai langkah berkelanjutan karena memberi dampak jangka panjang.

Pemerintah berharap, penerima bansos dapat beralih menjadi masyarakat mandiri dengan penghasilan yang lebih stabil dibandingkan bantuan yang sebelumnya diterima.

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan skala program ini cukup besar.

Setiap koperasi Merah Putih diproyeksikan menyerap sekitar 15 hingga 18 tenaga kerja dari kalangan penerima manfaat.

Dengan target pembentukan hingga 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia, program ini berpotensi membuka lapangan kerja bagi sekitar 1,4 juta orang.

“Harapannya mereka bisa keluar dari kelompok masyarakat berpenghasilan terendah dan meningkatkan taraf hidup,” kata Ferry.

Baca Juga: Bupati Bandung Turun Langsung Tinjau Banjir dan Puting Beliung, 13 Kecamatan Terdampak

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyebut pihaknya tengah menyusun skema pekerjaan yang akan tersedia. Mulai dari pengelola operasional, pengemudi, petugas keamanan, hingga penjaga gudang.

Program ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengurangi kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis koperasi di tingkat desa dan kelurahan.***