POJOKSATU.id, JAKARTA — Penembakan di gedung MUI Pusat ternyata sudah direncanakan sejak 2018 atau sejak 5 tahun lalu. Motif penembakan MUI Pusat karena pelaku ingin diakui wakil nabi.

Dari isi surat yang disita polisi, motif Mustopa melakukan penembakan di gedung MUI, karena Mustopa ingin diakui sebagai wakil nabi.

Penyerangan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Jakarta ini memang telah direncanakan sejak tahun 2018 silam.

Dalam rencana terornya, pelaku bernama Mustopa menargetkan serangannya kepada para pejabat negara dan anggota MUI lainnya.

"Ada niat jahat daripada tersangka yang dimulai dari tahun 2018, akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pejabat-pejabat negeri dan juga MUI," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, di Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023)

Hengki juga menuturkan, dari isi surat pelaku motif Mustopa melakukan penembakan, karena ingin diakui sebagai wakil nabi.

"Jadi motif sementara bahwa yang bersangkutan ini ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi," ujar Hengki.

Bahkan, kata Hengki, dalam suratnya itu, pelaku turut menuliskan dalil yang diklaim kebenaran atas keberadaan dirinya sebagai wakil nabi sdi muka bumi ini.

"Dalam surat itu, salah satunya tertulis yang bersangkutan berdasarkan hadis di akhir zaman ada 73 golongan dalam Islam dan hanya satu golongan yang diakui dan itu adalah saya sebagai wakil Tuhan," jelas Kombes Hengki.

reporter : firdausi