POJOKSATU.id, JAKARTA—Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkap cahaya misterius yang melintas di langit Lampung dan Banten, Sabtu malam, 4 April 2026.
Thomas Djamaluddin menyebut objek bercahaya ini teridentifikasi sebagai sisa roket China jenis CZ-3B.
Menurut Thomas, benda terang yang terlihat terpecah di langit tersebut merupakan bagian roket yang melintas dari arah India menuju Samudera Hindia.
Diketahui, roket Long March 3B (CZ-3B) adalah roket pembawa orbital kelas berat tiga tahap yang dikembangkan China.
Baca Juga: IRT di Karawang Tertipu Investasi Beras dan Ritel, Rugi Rp36 Juta, Modusnya Bikin Geleng Kepala
Roket ini dirancang untuk meluncurkan satelit ke orbit transfer geostasioner (GTO) dari Xichang Satellite Launch Center.
Meskipun aktif, CZ-3B mengalami kegagalan peluncuran ganda pada Januari 2026.
“Informasi terbaru dari Space-Track dan analisis orbit menunjukkan bekas roket China itu meluncur dari arah India menuju Samudera Hindia di Pantai Barat Sumatera,” kata Thomas, Minggu, 5 April 2026.
Ketinggian objek tersebut turun hingga di bawah 120 kilometer sekitar pukul 19.56 WIB.
Saat memasuki lapisan atmosfer yang lebih padat, benda itu mulai terbakar dan pecah menjadi beberapa bagian.
Proses tersebut memunculkan cahaya terang yang dapat terlihat jelas dari sejumlah wilayah, termasuk Lampung dan Banten.
“Itulah yang disaksikan warga,” jelas Thomas.
Thomas Djamaluddin adalah astronom dan peneliti berdarah Gorontalo pernah menjabat sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sejak 7 Februari 2014 hingga 1 September 2021.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan LAPAN dari tahun 2011.
Thomas merupakan salah satu anggota nasional dari Institut Teknologi Bandung sebagai organisasi yang mewakili keanggotaan nasional Indonesia di Persatuan Astronomi Internasional.***




