POJOKSATU.id, JAKARTA-- Terkait Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di jenjang pendidikan tinggi yang diterapkan Nadiem Makarim, Menteri Satryo Soemantri Brodjonegoro sampaikan tetap berjalan.

Prof Satryo Brojonegoro juga sampaikan terima kasih kepada Nadiem dan seluruh jajarannya untuk proses estafet kepemimpinan pendidikan tinggi sains dan teknologi.

"Kita lanjutkan (MBKM) dengan berbagai macam perbaikan yang diperlukan. Kalau sudah baik ya sudah. Yang belum baik, diperbaiki," kata Satryo di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Hal itu ia sampaikan agar menjamin kontinuitas pendidikan terjamin dan tidak terganggu.

Baca Juga: Prabowo Kemahkan Menteri di Lembah Tidar Magelang, Pengamat : Positif Olah Pikiran dan Mental

"Tidak bisa kita mengadakan perubahan tiba-tiba dengan konsep baru. Itu akan menimbulkan suatu setback yang tidak bisa kita tangani," ucapnya.

Dia juga mengatakan akan mencari metode pembelajaran baru yang dapat membuat peserta didik memiliki pemikiran kritis sehingga dapat beradaptasi di masa depan.

Dalam pidato perdananya usai melakukan sertijab dengan Nadiem Makarim, Satryo menerangkan bagian yang menjadi bidangnya akan tetap berjalan sebagaimana sebelumnya, sembari ia bersama tim yang baru akan melakukan perbaikan secara bertahap.

“Untuk itu, paling penting di bidang saya, termasuk di bidang teknologi, tidak ada perubahan sementara, tidak ada stagnasi proses. Jalan terus, supaya kontinuitas terjamin," jelasnya.

Baca Juga: PPPK Kemenag TAHAP 1 DIBUKA Hingga 4 November, Pilih JENIS FORMASI 25 Oktober, Penghasilan Bisa Capai 7 Juta, Ini JADWAL LENGKAP PPPK Kemenag 2024

"Pendidikan tidak boleh terganggu oleh adanya perubahan yang menyebabkan adanya stagnasi atau kebingungan di antara pelaku pendidikan, baik itu anak-anak maupun pendidiknya,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan keresahannya mengenai perkembangan pesat artificial intelligence (AI) yang diprediksi dapat menggantikan berbagai pekerjaan di masa mendatang.

“Kami harus mempersiapkan diri, bagaimana pembelajaran untuk masa depan yang tidak pasti dan tidak menentu. Bagaimana kami bisa mengajar anak-anak sesuatu yang kita tidak tahu masa depan seperti apa,” imbuhnya.

Karenanya, Satryo berpesan kepada jajaran pejabat yang nantinya akan menjadi anak buahnya untuk berkolaborasi dan bekerja keras.***