POJOKSATU.id, JAKARTA-- Hujatan Rocky Gerung terus menjadi pro kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan komentar pendakwah Cholil Nafis pun dikaitkan netizen dengan hal tersebut.
Namun tak sedikit pihak menilai apa yang disampaikan Rocky Gerung itu hanyalah sesuatu kritikan terhadap kinerja pemerintah.
Namun banyak juga yang menilai apa yang dilontarkan Rocky Gerung itu bukanlah kritikan akan tetapi merupakan hinaan terhadap pribadi Presiden Jokowi.
Baca Juga: Belasan Influencer Diundang Prabowo ke Kantornya, Benarkah Mengait Dukungan dari Influencer?
Menanggapi pro dan kontra itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis mengutip hadis Nabi yang menyinggung soal larangan kaum muslimin untuk marah berlebihan.
"Jangan Marah. Begitu pesan singkat yang komprehensif dari Nabi SAW," kata Kyai Cholil dikutip di akun twitternya, Jumat 4 Agustus 2023.
Kyai Cholil juga menyinggung saat seseorang memancing amarah, namun tiba-tiba amarah orang tersebut berhasil terpanjing.
Maka, kata dia, pada saat itulah seseorang tak akan seimbang emosinya, sehingga membuat diri seseorang itu hilang kendali.
"Saat orang memancing amarah, lalu kita marah berarti dia sudah berhasil membuat diri tak seimbang," ujarnya.
"Saat marah itu hilang rasa cinta dan kasih sayangnya. Terima kritiknya dan buang hinaannya. Tapi tak usah marah-marah," tuturnya lagi.
Namun lagi-lagi cuitan Kyai Cholil ini sebenarnya tidak mengarah kepada kasus hujatan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi.
Akan tetapi komentar warganet, justru mengaikan ciutan anggota MUI ini kepada kasus yang lagi buming, yaitu hujatan Rocky Gerung.
"Ijin bertanya kyai Itu Rocky Gerung termasuk menghina apa mengkritik nggeh ?," komentar akun @ zuhud_dunia.
"Bangsa yang ramah kembali hilang berawal dari tokoh RG dan simpatisannya. Karena dia dan mereka bukan ulama atau tokoh agama jadi dia tidak pernah mendo'akan para pemimpin atau penguasa," balas akun twitter @HendiHelmi6.***



