POJOKSATU.id, BANDUNG- Polrestabes Bandung mengungkap kasus penculikan dengan motif sakit hati.
Pelaku penculikan R berusia 33 tahun, dan korban atas ama Kesyha 19 tahun (sebelumnya ditulis Kesya).
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono, menjelaskan usai menjemput Korban Kesya di kawasan Kawaluyaan, Minggu malam pukul 22.00, pelaku langsung membawa korban ke sebuah kamar di apartemen Gateway Cicadas.
Kesyha Aurelia Arsina yang saat dijemput pelaku inisial R dijambak rambutnya, dan diancam senjata tajam.
Kombes Budi mengatakan pelaku langsung membawa korban ke Apartement Gateway Cicadas.
"Saat berada di sebuah kamar apartemen itu, korban disetubuhi. Pada Seninnya (8/5/2023), korban dibawa pelaku berkeliling ke sejumlah ruas jalan di Bandung dan diturunkan di lapangan Saparua Bandung. Sedangkan pelaku pergi ke Cipaera Kosambi, " jelasnya, Selasa 9 Mei 2023, di Mapolrestabes Bandung.
Saat dilakukan penculikan di bawah kekuasaan RG korban dibawa ke apartemen Gateway Cicadas selama satu malam.
"Hasil penyelidikan, tersangka dan korban di apartemen terjadi persetubuhan setelah dari situ besok dibawa di taruh di lapangan Saparua," terangnya.
Peristiwa penculikan di Kompleks Kawaluyaan itu, ia mengatakan terekam CCTV dan viral di media sosial. Penyidik langsung melakukan penelusuran serta mencari bukti-bukti dan memeriksa sejumlah saksi.
"Untuk motif utamanya cemburu (sakit hati) " katanya.
Pada Senin (8/5/2023) malam, ia mengatakan petugas berhasil menemukan korban di wilayah Saparua sekitar pukul 23.00 WIB. Setelah itu korban diamankan di Polrestabes Bandung sedangkan pelaku diamankan pada Selasa (9/5/2023) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
"Ditemukan korban atas nama KAA di daerah Saparua jam 23.00 malam senin kemarim dan selasa pagi dini hari diamankan RG di daerah Cipaera Kosambi," katanya.
Saat ditangkap, ia mengatakan petugas menemukan sisa pemakaian sabu di dekat pelaku. Ia terancam pasal 328 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
"Hasil pemeriksaan tersangka dengan korban pernah ada hubungan pacaran putus sambung, putus sambung," ungkapnya.
Budi menambahkan petugas masih mendalami apakah yang bersangkutan merupakan kelompok bermotor dan pemain softball. Petugas pun tengah mengejar satu pelaku lainnya yang saat ini masih buron.
Reporter : Arif



