POJOKSATU.id, JAKARTA—Kacab BRI Cempaka Putih Mohamad Ilham Pradipta dibawa komplotan penculik ke Kemayoran sesudah dijemput paksa dari Lotte Mart Pasar Minggu, Jaksel.
Namun tim penjemput yang diduga kuat sebagai tim eksekutor ini semuanya memakai penutup muka atau sebo. Kacab BRI diduga dihabisi oleh tim ini.
Korban Mohamad Ilham Pradipta juga sempat teriak saat turun dari mobil setibanya di Kemayoran.
Disebabkan tangan korban saat itu belum diikat, lalu tersangka EW alias Eras kapten tim penculik, menemukan tali rapia di sekitar lokasi dan mengikat tangan korban. Lalu korban diserahkan ke tim di Kemayoran ini.
“Kemudian berpindah tangan. Selesai tugas mereka. Lalu mereka pulang, ” kata Honing Sanny SP SH MH, kuasa hukum dari sebagian tersangka komplotan penculikan yaitu tersangka YRS, AT, dan EWB di You Tube @Forum Keadilan TV yang ditayangkan Kamis (4/9/2025).
Di podcast ini yang menjadi moderator adalah pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel.
“Berapa orang yang ditemui penculik ini di Kemayoran. Apakah ini mereka?” tanya Reza seraya memperlihatkan foto empat aktor intelektual kasus ini yaitu Dwi Hartono dan kawan-kawan.
“Mereka gak kenal. Karena semua pakai penutup muka,” jawab Honing.
“Semua orang yang ditemui di Kemayoran yang menerima penyerahan korban, itu semua memakai penutup muka,” tanya Reza sekali lagi.
“Mereka tidak kenal sama sekali. Setelah taruh ya tugasnya sudah selesai. Diambil. Seperti pindahkan barang saja,” jawab Honing lagi.
Setelah itu, mereka diarahkan oleh oknum aparat F ke Rawamangun atau RCC Cempaka Putih.
Sampai di sana, oknum F lalu menyerahkan uang Rp40 juta dari Rp 60 juta yang dijanjikan usai melaksanakan tugas penculikan.
Mereka pun bubar setelah itu, mereka pergi ke tempat kediaman masing-masing.
Pengacara ini juga mengaku tidak mengetahui apalagi komunikasi yang dilakukan antara oknum aparat F dengan EW alias Eras sesudah itu karena dia hanya kuasa hukum dari tiga orang tersangka saja.
Honing Sanny mengaku bukan kuasa hukum dari EW alias Eras yang merupakan kapten atau koordinator penculik dalam kasus ini.
Dia pun berharap masyarakat ikut memantau dan mengawasi penegakan hukum dalam kasus pembunuhan Kacab BRI Cempaka Putih ini.
“Kita kan sampai sekarang belum tahu siapa tim eksekutor kasus ini,” jelasnya.
Honing Sanny dan kawan-kawan adalah memastikan tiga klien dia mendapat hukum seadil-adilnya dalam kasus ini.
Honing Sanny dan temannya juga tanggung renteng dan probono dalam kasus ini.
Saat podcast ini tayang pada 4 September 2025, Honing juga menyebut komplotan ini melakukan penculikan karena ada permintaan oknum aparat F, dan EW alias Eras lalu mengajak teman-temannya untuk melakukan penculikan Kacab BRI Cempaka Putih.***




