POJOKSATU.id – Pemerintah memfokuskan pemulihan pascabencana di Sumatera tidak hanya pada layanan kesehatan, tetapi juga pada pembukaan kembali akses jalan agar aktivitas masyarakat bisa segera berjalan normal.

Langkah ini dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan BUMN sejak awal masa tanggap darurat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa dalam satu bulan pertama pascabencana, seluruh rumah sakit terdampak telah kembali melayani masyarakat.

Baca Juga: Pendaftaran Bintara TNI AD 2026 Gratis, Ini Syarat Usia, Tinggi Badan, dan Nilai

Meski sebagian masih beroperasi dengan kapasitas terbatas, layanan kesehatan rujukan dinilai sudah pulih secara fungsional.

Selain rumah sakit, layanan kesehatan tingkat pertama juga menunjukkan perbaikan signifikan.

Dari ratusan puskesmas yang terdampak, saat ini hanya tersisa tiga unit yang belum beroperasi.

Baca Juga: Sejumlah Daerah Sudah Cairkan TPG 100 Persen, Guru Diminta Manfaatkan Layanan Aduan

Dua di antaranya harus dibangun ulang karena mengalami kerusakan total. Pemerintah memastikan proses pembangunan kembali akan segera dimulai setelah lokasi ditetapkan.

Pemulihan layanan kesehatan ini berjalan beriringan dengan upaya pembukaan akses transportasi.

Kementerian Pekerjaan Umum bersama PT Hutama Karya bergerak cepat menangani jalur-jalur utama yang terdampak longsor dan banjir bandang, khususnya di Sumatera Utara.

Baca Juga: Data Tidak Ditemukan Saat Daftar SNPMB? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya, Lengkap Jadwal 2026

Akses jalan dinilai krusial untuk mendukung distribusi logistik, layanan kesehatan, dan mobilitas warga.

Hutama Karya menyebut penanganan darurat telah dilakukan sejak Desember 2025, mencakup ruas strategis seperti Tarutung hingga Sibolga dan wilayah sekitarnya.

Pemerintah berharap, dengan pulihnya layanan kesehatan dan konektivitas wilayah, masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap dan lebih aman.***