POJOKSULSEL, LUWU UTARA - Pemkab Luwu Utara akan melakukan simulasi desa tangguh bencana. Kegiatan itu rencananya dilaksanakan di Desa Maipi.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan, simulasi desa tangguh bencana diharapkan bisa mengurangi risiko jika terjadi bencana.

Masyarakat akan diedukasi terkait mitigasi kebencanaan. Sehingga, mereka akan lebih memahami tindakan-tindakan yang dilakukan saat terjadi bencana.

Indah mengatakan, hasil kajian tim dari Universitas Hasanuddin atau Unhas menunjukkan bahwa faktor alam sangat dominan dalam kejadian banjir bandang tahun 2020 "Dipredikasi bahwa kejadian serupa bisa saja terjadi kembali," katanya.

Ia mejelaskan, mitigasi kebencanaan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat melalui sosialisasi secara terus menerus terkait potensi bencana. Menurutnya, risiko bencana akan tinggi jika pemahaman dan kapasitas masyarakat rendah.

"Ketika terjadi bencana target kita adalah zero victim atau tidak ada korban jiwa," kata Indah.

Bupati perempuan pertama di Sulsel itu menambahkan, indeks risiko bencana Luwu Utara mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Indeks risiko bencana tahun 2020 di Sulsel menempatkan Luwu Utara di peringkat 5. Tahun 2021 turun satu peringkat yakni 6. Sementara, tahun 2022 kembali turun di peringkat 9.

"Itu artinya kapasitas daerah kita terus membaik karena dukungan regulasi dan kebijakan penganggaran. Tapi PR kita adalah Indeks kapasitas masyarakat (IKM)," ujar Indah.

(*/fadli/pojoksulsel)