POJOKSATU.id, JAKARTA -- Perusahaan penyedia layanan internet fiber optik PT Bali Towerindo Sentra Tbk angkat bicara soal kecelakaan yang dialami Sultan Rif'at Alfatih pada 5 Januari 2023.
Leher Sultan tersangkut kabel fiber optik yang diduga milik perusahaan tersebut di sekitar Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, 5 Januari 2023.
Kuasa hukum PT Bali Tower, Maqdir Ismail menyebut kliennya sudah beritikad baik untuk menyelesaikan masalah ini.
Beberapa perwakilan perusahaan juga sudah mendatangi rumah korban dan melakukan pembicaraan dengan keluarga Sultan.
Baca Juga: Rocky Gerung Mau Dilaporkan Pasal Penghinaan, Namun Laporan Relawan Jokowi Malah Ditolak Bareskrim
"Bahwa kami juga sudah sempat mendatangi kediaman korban. Perwakilan perusahaan awalnya bersedia memberikan bantuan, namun tidak direspons dengan baik," kata Maqdir saat dihubungi, Senin (31/7/2023).
Maqdir menambah, kliennya juga telah menawarkan bantuan kepada ayah Sultan. Bahkan ayah Sultan, Fatih, disebutnya pernah mengajukan sejumlah nominal uang untuk biaya pengobatan putranya agar ditanggung perusahaan.
Meski begitu, Maqdir enggan menyebut nominal uang tersebut.
"Sudah memang, jadi ayahnya sempat sebut nominal untuk pengobatan anaknya. Terus terang agak saya tidak bisa sebut lebih lanjut. Bagaimana pun juga siapa yang mau kecelakaan itu?" bebernya.
Lebih lanjut Maqdir membeberkan, jika kliennya baru mengetahui kabar kecelakaan Sultan akibat kabel milik PT Bali Tower pada Mei 2023. Setelah itu, kliennya mencoba menelusuri hingga menemui keluarga Sultan untuk mengonfirmasi kejadian.
Baca Juga: Sekjen PDIP Sebut Rocky Gerung Lakukan Ujaran Kebencian ke Presiden Jokowi
Ia juga menyayangkan bahwa saat ini ada kesan dari sejumlah pihak yang menyalahkan kliennya secara sepihak.
"Jadi memang kami baru tahu bulan Mei, setelah itu dicari tahu dan akhirnya ketemu. Kami turut prihatin, penyebab awal kecelakaan itu klien kami nggak tahu. Tetapi kok seolah-olah ada kesengajaan dari pihak perusahaan ini," tutur Maqdir Ismail.
Selain itu, kata Maqdir, perusahaan membutuhkan bukti biaya berobat untuk pencatatan pengeluaran.
Fatih sebagai ayah Sultan juga membenarkan bahwa sempat diminta bukti biaya dan rekam medis untuk pemberian bantuan.
"Karena kalau sifatnya bantuan itu harus jelas dan lengkap, artinya ada bukti biaya yang dikeluarkan lalu rekam medisnya bagaimana," imbuhnya.***



