POJOKSATU.id - Pemerintah memperketat tata kelola pembayaran dam bagi jamaah haji Indonesia. Ini ditegaskan di tengah meningkatnya jumlah jamaah yang telah tiba di Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jamaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Langkah ini dilakukan agar seluruh proses pembayaran dam berjalan aman, transparan, sesuai syariat, sekaligus mencegah praktik penipuan melalui jalur tidak resmi.
Memasuki hari ke-25 operasional penyelenggaraan ibadah haji, layanan jamaah Indonesia di Arab Saudi disebut berjalan relatif lancar.
Memasuki hari ke-25 operasional penyelenggaraan ibadah haji, layanan jamaah Indonesia di Arab Saudi disebut berjalan relatif lancar.
Seluruh proses mulai dari keberangkatan, kedatangan, akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan hingga pembinaan ibadah terus mendapat pengawalan petugas.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jamaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Dari jumlah itu, sebanyak 392 kloter dengan 151.382 jamaah dan 1.568 petugas telah tiba di Makkah.
Sementara itu, sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jamaah dan 561 petugas masuk melalui Bandara Jeddah.
Sementara itu, sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jamaah dan 561 petugas masuk melalui Bandara Jeddah.
Untuk jamaah haji khusus, tercatat sebanyak 11.087 orang telah berada di Tanah Suci.
Baca Juga: SPMB Jabar 2026, Pemetaan Minat Siswa Dimulai 25–29 Mei, Ini Tahapan Lengkapnya
Pemerintah Resmikan Mekanisme Pembayaran Dam
Menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah kembali mengingatkan pentingnya pemahaman jamaah mengenai kewajiban dam, terutama bagi jamaah Haji Tamattu’.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan pemerintah tetap menghormati perbedaan pandangan fiqih terkait pelaksanaan dam.
“Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih yang berkembang di tengah masyarakat.
Pemerintah Resmikan Mekanisme Pembayaran Dam
Menjelang fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), pemerintah kembali mengingatkan pentingnya pemahaman jamaah mengenai kewajiban dam, terutama bagi jamaah Haji Tamattu’.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, menegaskan pemerintah tetap menghormati perbedaan pandangan fiqih terkait pelaksanaan dam.
“Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih yang berkembang di tengah masyarakat.
Bagi jamaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di Indonesia, kami mempersilakan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan.
Sementara bagi jamaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,” ujar Maria di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.
Untuk pembayaran dam di Tanah Haram, pemerintah menetapkan mekanisme resmi melalui Adahi Project yang telah terintegrasi dengan Nusuk Masar.
Untuk pembayaran dam di Tanah Haram, pemerintah menetapkan mekanisme resmi melalui Adahi Project yang telah terintegrasi dengan Nusuk Masar.
Skema ini dipilih agar pelaksanaan dam berlangsung tertib, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun syariat.
Biaya pembayaran dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi atau sekira Rp3,35 juta per jamaah.
Biaya pembayaran dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi atau sekira Rp3,35 juta per jamaah.
Baca Juga: Barang-barang Buatan China Dibuang Delegasi Amerika, Tak Diizinkan Masuk Pesawat Air Force One
Hingga saat ini, sebanyak 34.308 jamaah Indonesia telah melakukan pembayaran dam melalui mekanisme resmi tersebut.
Pemerintah juga menghadirkan layanan jemput pembayaran dam bagi jamaah, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
“Untuk mempermudah jamaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jamaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi.
Pemerintah juga menghadirkan layanan jemput pembayaran dam bagi jamaah, terutama kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.
“Untuk mempermudah jamaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jamaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi.
Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jamaah lansia, disabilitas, serta jamaah dengan risiko kesehatan tinggi,” jelas Maria.
Setelah proses transaksi selesai, setiap jamaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi yang tercatat dalam sistem sebagai tanda kewajiban dam telah ditunaikan.
Setelah proses transaksi selesai, setiap jamaah akan memperoleh bukti pembayaran resmi yang tercatat dalam sistem sebagai tanda kewajiban dam telah ditunaikan.
Baca Juga: Kemdiktisaintek Tegaskan Jurusan Teknik Tidak Dihapus, Rekayasa Hanya Padanan Engineering
Jamaah Diingatkan Hindari Calo
Kementerian Haji dan Umrah secara khusus mengingatkan jamaah agar tidak menggunakan jasa pihak yang tidak berwenang maupun melakukan transaksi di luar jalur resmi karena berpotensi menimbulkan kerugian dan penipuan.
“Kami mengimbau seluruh jamaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi.
Jamaah Diingatkan Hindari Calo
Kementerian Haji dan Umrah secara khusus mengingatkan jamaah agar tidak menggunakan jasa pihak yang tidak berwenang maupun melakukan transaksi di luar jalur resmi karena berpotensi menimbulkan kerugian dan penipuan.
“Kami mengimbau seluruh jamaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi.
Ini penting untuk melindungi jamaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,” tegas Maria.
Selain tata kelola dam, pemerintah juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik menjelang puncak ibadah haji yang dikenal sangat menguras stamina.
Selain tata kelola dam, pemerintah juga kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik menjelang puncak ibadah haji yang dikenal sangat menguras stamina.
Baca Juga: Dihina hingga Diremehkan, Kisah Hidup ‘Bocah Ledok’ Kini Jadi Buku Inspiratif
Maria meminta jamaah mulai membiasakan berjalan kaki secara bertahap, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh agar kondisi tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna.
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jamaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi fisik yang prima menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah haji,” ujarnya.
Khusus bagi jamaah lansia, disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, pemerintah meminta agar segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun petugas sektor jika mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun. ***
Maria meminta jamaah mulai membiasakan berjalan kaki secara bertahap, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh agar kondisi tetap prima selama menjalani rangkaian ibadah di Armuzna.
“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jamaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi fisik yang prima menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah haji,” ujarnya.
Khusus bagi jamaah lansia, disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, pemerintah meminta agar segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan maupun petugas sektor jika mengalami keluhan kesehatan sekecil apa pun. ***




