POJOKSATU.ID - Pemerintah memberikan kepastian terkait keamanan cadangan energi nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri 2026.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa pasokan bahan bakar berada dalam kondisi stabil dan terkendali.

Berdasarkan data terkini, ketersediaan berbagai jenis bahan bakar minyak (BBM) masih berada di atas ambang batas minimal cadangan nasional.

Baca Juga: Prediksi Mudik 2026 Dengan Total 143,9 Juta Warga Indonesia Bersiap Mudik Lebaran Pulang Kampung!

Hal ini mencakup komoditas krusial seperti:

1. Bensin: RON 90, RON 92, dan RON 98.

2. Transportasi & Logistik: Solar dan Avtur.

Pemerintah optimistis bahwa melalui koordinasi yang intensif, seluruh kebutuhan energi masyarakat selama masa mudik dan lebaran dapat terpenuhi tanpa kendala berarti.

Selain memastikan stok jangka pendek, fokus pemerintah juga tertuju pada penguatan kedaulatan energi jangka panjang.

Baca Juga: Pemerintah Amankan Arus Mudik Lebaran 2026 bagi 143 Juta Pergerakan Masyarakat

Langkah strategis yang diambil meliputi optimalisasi pencampuran biodiesel serta percepatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Pengembangan kilang dalam negeri ini diproyeksikan mampu menekan angka impor bensin hingga 5,5 juta ton dan solar sebesar 3,5 juta ton.

Langkah ini menjadi krusial untuk menyeimbangkan selisih antara kebutuhan domestik dengan kemampuan produksi (lifting) minyak mentah nasional.

Untuk komoditas LPG, pemerintah menerapkan skenario diversifikasi negara pemasok guna menjaga stabilitas stok.

Saat ini, mayoritas kebutuhan LPG nasional dipenuhi melalui impor, dengan komposisi utama berasal dari Amerika Serikat sebesar 70%, disusul Timur Tengah 20%, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Guna mengantisipasi dinamika global, pemerintah mulai mengalihkan sebagian kontrak jangka panjang ke Amerika Serikat dan beberapa negara mitra lainnya untuk menjamin kepastian pasokan.***