POJOKSATU.ID - Pemerintah Indonesia tengah mematangkan berbagai langkah strategis demi menjamin kelancaran, keamanan, dan kenyamanan masyarakat selama masa arus mudik serta balik Idulfitri 2026.
Upaya ini mencakup penyediaan sarana transportasi yang masif hingga skema pengamanan terpadu guna mengantisipasi tingginya mobilitas penduduk di seluruh wilayah tanah air.
Berdasarkan hasil survei pergerakan masyarakat yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, potensi pergerakan orang pada Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 143,91 juta jiwa atau setara dengan separuh lebih penduduk Indonesia.
Meski angka survei ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap waspada mengingat realisasi mobilitas di lapangan seringkali melampaui prediksi awal survei.
Baca Juga: Cadangan Pangan Cetak Rekor, Indonesia Makin Pede Hadapi Krisis Dunia!
Mobil pribadi diprediksi masih mendominasi pilihan moda transportasi bagi pemudik, diikuti oleh sepeda motor dan bus.
Beberapa titik strategis pun telah diidentifikasi sebagai simpul transportasi terpadat, di antaranya Bandara Soekarno-Hatta, pelintasan Merak-Bakauheni, Stasiun Pasar Senen, hingga Terminal Pulogebang.
Untuk mengakomodasi lonjakan tersebut, pemerintah telah menyiagakan puluhan ribu unit armada yang terdiri dari bus, kapal laut, kapal penyeberangan, pesawat udara, hingga ribuan sarana kereta api.
Selain penguatan armada, program mudik gratis kembali diselenggarakan melalui jalur darat, laut, dan kereta api dengan kapasitas daya angkut lebih dari seratus ribu penumpang.
Baca Juga: Kemensos Perketat Pengawasan Bansos dan Larang Penggunaan Mobil Dinas untuk Mudik
Program ini juga memberikan perhatian khusus bagi masyarakat di daerah pascabencana, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dari sisi keamanan, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 dengan mengusung tema "Mudik Aman, Keluarga Bahagia." Sebanyak ratusan ribu personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan di bawah koordinasi kepolisian untuk mengawal arus lalu lintas dan keamanan wilayah.
Fokus utama dari operasi besar ini adalah mempertahankan serta meningkatkan standar kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dalam mengelola perjalanan mudik, yang pada tahun sebelumnya mencapai tingkat apresiasi sangat tinggi.***




