POJOKSATU.id, Kota Bandung — Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, memastikan bahwa atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat yang meraih medali di Peparnas XVII/2024 Solo akan menerima bonus.
Besaran bonus yang diberikan adalah Rp300 juta untuk peraih medali emas, Rp125 juta untuk perak, dan Rp60 juta untuk perunggu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bey dalam acara pembubaran kontingen Jabar untuk Peparnas XVII/2024 Solo, yang digelar di halaman Gedung Sate, Bandung, pada Senin (14/10/2024).
"Bonus untuk emas adalah Rp300 juta, perak Rp125 juta, dan perunggu Rp60 juta," ujar Bey.
Baca Juga: Ditanya Apakah Ganjar Siap Gabung ke Kabinet Prabowo-Gibran : Tunggu Keputusan Bu Mega
Bonus yang diterima oleh para atlet Peparnas ini setara dengan yang diberikan kepada para atlet peraih medali di PON XXI/2024 Aceh-Sumut, menegaskan komitmen Pemdaprov Jabar untuk memberikan perlakuan yang sama bagi atlet dengan abilitas maupun disabilitas.
"Kami tidak membeda-bedakan, bonus untuk atlet Peparnas sama dengan yang diberikan kepada atlet PON. Mereka sama-sama mengharumkan nama Jawa Barat," lanjut Bey.
Dalam Peparnas XVII/2024, Jawa Barat berhasil menempati posisi kedua dengan perolehan 354 medali yang terdiri dari 120 emas, 116 perak, dan 118 perunggu.
Meskipun gelar juara umum diraih oleh Jawa Tengah selaku tuan rumah, perolehan medali Jabar mengalami peningkatan dibandingkan Peparnas XVI/2021 di Papua, dengan tambahan 10 medali emas.
Bey juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh atlet NPCI Jabar atas perjuangan dan prestasi yang mereka torehkan di kancah nasional, serta kepada Chef de Mission (CdM) Katarina Endang Sarwestri yang memimpin kontingen Jabar dalam Peparnas kali ini.
"Terima kasih kepada seluruh atlet dan Ibu Kajati Jabar selaku CdM yang selalu mendampingi atlet selama bertanding," ujar Bey.
Menurut Bey, perjuangan para atlet disabilitas ini menunjukkan bahwa keterbatasan tidak menghalangi mereka untuk meraih prestasi.
Semangat dan dedikasi mereka akan menjadi inspirasi bagi Pemdaprov Jabar dalam upaya mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
"Mereka adalah inspirasi bagi kami di pemerintah provinsi Jawa Barat bahwa keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang dalam mencapai kesejahteraan masyarakat," tutup Bey.***




