POJOKSATU.id - Kasus pembunuhan brutal terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Pekanbaru, Riau, masih terus didalami pihak kepolisian.
Hingga kini, aparat masih memburu para terduga pelaku yang diduga kuat memiliki hubungan dekat dengan korban.
Polda Riau mengungkap, ada empat orang yang tengah diburu terkait kasus ini.
Salah satunya bahkan merupakan perempuan berinisial AF yang diketahui sebagai menantu korban.
Fakta ini tentu bikin kaget karena pelaku diduga berasal dari lingkaran keluarga sendiri.
Baca Juga: Bikers Playland: Cara Honda Satukan Ayah dan Anak Lewat Petualangan Seru di Lembang
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menegaskan bahwa pengejaran terus dilakukan tanpa henti.
“Seorang wanita inisial AF yang masih kita kejar,” katanya.
Tim identifikasi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.
Mulai dari kamar, ruang tamu, hingga dapur diperiksa untuk mengumpulkan bukti-bukti penting.
Dari hasil penyelidikan, rekaman CCTV pada Rabu, 29 April 2026, memperlihatkan detik-detik mengerikan saat korban dipukul menggunakan potongan kayu hingga meninggal dunia.
Adegan ini menjadi petunjuk kuat dalam mengungkap pelaku.
“Kepolisian Daerah Riau dalam hal ini Polresta Pekanbaru bersama Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau tidak mengenal lelah saat ini kami akan mengejar di mana pun pelaku berada. Kita sudah mengarah kepada satu pelaku yang nantinya terangnya suatu masalah,” ungkap Pandra.
Korban diketahui bernama Dumaris Denny Waty Sitio.
Ia ditemukan tewas di rumahnya yang berada di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Setelah melakukan pembunuhan, para pelaku diduga juga melakukan pencurian.
Sejumlah barang berharga seperti cincin emas, uang tunai sekitar 400 dolar Singapura, serta barang elektronik turut dibawa kabur.
Hingga kini, proses penyidikan masih terus berjalan.
Baca Juga: Khidmat dan Penuh Semangat, MTsN 1 Kota Padang Gelar Upacara Hardiknas 2026
Polisi berkomitmen untuk segera menangkap seluruh pelaku dan mengungkap motif di balik aksi keji tersebut.
Peristiwa ini jadi pengingat pahit bahwa kejahatan bisa datang dari arah yang tak terduga, bahkan dari orang terdekat.
Di balik duka yang ditinggalkan, ada harapan besar agar keadilan segera ditegakkan dan kebenaran terungkap sepenuhnya.***




