POJOKSATU.id - Kasus pembunuhan yang mulanya dikira kasus bunuh diri di Desa Sukasirna, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, akhirnya terungkap.
Korban yang bernama Ayu Lestari (25) ternyata dibunuh oleh pacarnya sendiri berinisial PM (29).
Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Senin 23 Oktober 2023.
"Motifnya karena pelaku cemburu kepada korban yang merupakan pacarnya. Jadi ini bukan pasangan suami istri," jelas Aszhari, Kamis 26 Oktober 2023.
Aszhari menceritakan saat itu pelaku berkunjung ke rumah kontrakan korban pada Minggu 22 Oktober 2023 yang tinggal berdua dengan anaknya yang masih berusia 5 tahun.
Pelaku kemudian mendapati ada chat korban dengan lelaki lain. Hal itu lantas memicu pertengkaran antara pelaku dan korban.
Baca Juga: Oknum Satpam Songong yang Bentak Ibu-ibu PKL di TMII, Sekarang Nasibnya Mengenaskan
"Pelaku tanya tapi korban tidak mengaku. Akhirnya PM emosi lalu melakukan pembunuhan terhadap korban," jelasnya.
Aszhari mengungkap bahwa korban lebih dulu dianiaya oleh PM. Bahkan hal itu dilakukan di depan anaknya yang masih berusia 5 tahun.
"Yang membuat korban meninggal adalah korban dibekap dengan bantal, sehingga kehabisan nafas," lanjutnya.
Untuk mengelabui polisi, PM lantas menggantung jenazah pacarnya itu di kusen pintu.
"Pelaku ditangkap di rumahnya sekitar 7 jam setelah kejadian. Saat itu pelaku bersiap kabur dengan alasan kembali bekerja di Tangerang," kata dia.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal 338 tentang pembunuhan.
"Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," kata Aszhari.
Sementara, Kasatreskrim Polres Cianjur, Iptu Tono Listiano menambahkan, bahwa pembunuhan itu dilakukan pelaku pada Senin.
"Jadi hari pertama (Minggu) datang itu mereka diam-diaman setelah pelaku lihat chat korban dengan laki-laki lain," ujarnya.
Akan tetapi pelaku datang lagi keesokan harinya dan kembali melihat HP korban.
"Nah, disitu ternyata korban ini chat lagi dengan laki-laki lain. Dibaca pelaku. Pelaku emosi lagi dan langsung menganiaya korban," jelasnya.
Baca Juga: Bayi Laki-laki Umur 5 Bulan di Sumatera Barat Hamil? Begini Penjelasan Dokter!
Tono mengakui bahwa pelaku sengaja menggantung jenazah korban untuk mengesankan bahwa korban melakukan bunuh diri.
Akan tetapi berdasarkan pemeriksaan, penyidik mendapati sejulah kejanggalan.
"Diantaranya luka lebam di wajah dan tubuh korban. Lalu mulut juga ada luka dan kaki korban itu menempel lantai," bebernya.
Baca Juga: Tompi Klarifikasi Perbandingan Lagu '3D' BTS dengan 'Ramadhan Datang': Bukan Plagiat!
Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, didapati bahwa ternyata korban dibunuh.
"Saksi kuncinya ini adalah anak korban yang berusia 5 tahun itu. Jadi saksi anak ini melihat langsung ibunya dibunuh oleh korban," ungkap Tono.
Saat ini, anak korban yang jadi saksi kunci tersebut sudah diamankan dan tinggal dengan pamannya.
"Kami juga lakukan pendampingan dan sudah diajukan perlindungan kepada saksi anak ini sekaligus menghilangkan traumanya," tandas Tono.***




