POJOKSATU.id, JAKARTA— Pembunuhan berantai Wowon Duloh ternyata beraksi sudah lebih 8 tahun. Korban Halimah, istri Wowon, dibunuh tahun 2016 lalu.

Sebelum Halimah dibunuh, pembunuhan berantai Wowon Duloh dan Dede ini sudah lebih dulu menghabisi nyawa Siti dan Noneng.

Siti merupakan seorang TKW asal Garut yang didorong ke laut di Surabaya. Sementara Noneng merupakan mertua Wowon.

Halimah meninggal pada 23 September 2016. Halimah dimakamkan di TPU Islam Karangtanjung Kampung Saar Mutiara, Desa Karangtanjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Halimah adalah istri Wowon. Setelah Halimah meninggal, Wowon kemudian menikahi anak Halimah yang bernama Ai Maemunah atau menikahi anak tirinya sendiri.

Kepala Desa Karangtanjung, Rismawan, Sabtu (21/1/2023) mengatakan, sejak Jumat (20/1/2023), ia dan kepala desa lain di wilayah Cililin diminta oleh pihak kepolisian menemukan keberadaan makam seorang warga bernama Halimah.

"Kebetulan memang dari kemarin itu kami sudah diarahkan oleh Apdesi mencari makam dengan nama Halimah. Nah saya ingat ada (Halimah), tapi meninggalnya 2016,” katanya.

“Dari situ saya koordinasi dulu dengan pihak keluarganya, dan ternyata benar itu Halimah yang dicari," tutur Kades.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawieny Panjiyoga mengatakan Wowon tahunya Halimah meninggal karena sakit.

Duloh membunuh Halimah dengan cara mencekiknya.

"Wowon hanya tahunya sakit, padahal setelah interogasi si Duloh, Halimah itu memang sakit tapi dibunuh oleh Duloh, dicekik," katanya.

Karena dianggap kematian wajar, Halimah dikembalikan kepada keluarganya di Bandung Barat, dan dimakamkan. (ikror/pojoksatu)