POJOKSATU.id, JAKARTA— Makam Sutrimo Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah akan dibongkar, Rabu (12/8/2028) nanti Desa Wlahar, Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
Pembongkaran makam atau ekshumasi dilakukan sebagai bagian penyidikan kasus kematian Sutrimo penjaga rumah Febrie Adriansyah.
“Insya Allah hari Rabu besok lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, Senin (10/8/2026).
Setelah makam dibongkar, jasad Sutrimo akan menjalani autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Baca Juga: Hanya Destry Damayanti yang Diusulkan Presiden Prabowo Calon Tunggal Gubernur BI Definitif
“Mudah-mudahan nanti dari hasil ekshumasi kita bisa menemukan dan kita bisa menyimpulkan apa yang menjadi penyebab dari kematian yang bersangkutan,” jelas Iman.
Ekshumasi tersebut dilakukan menyusul laporan dari pihak keluarga yang mempertanyakan penyebab kematian Sutrimo. Mereka sudah melaporkan ini ke Polresta Banyumas, Sabtu malam (8/8).
Keluarga menilai informasi yang beredar mengenai kematian Sutrimo simpang siur dan menimbulkan sejumlah kejanggalan.
Sementara itu, Tukim, salah satu keluarga Sutrimo mengatakan, kondisi jenazah Sutrimo saat tiba di kampung halaman Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dalam kondisi bersih.
Baca Juga: Maulwi Saelan, Penjaga Gawang Timnas Indonesia, Menjadi Penjaga Terakhir Presiden Soekarno
Saat itu, kondisi jenazah sudah bersih. Usai serah terima, keluarga langsung memakamkan jenazah Sutrimo pada Kamis malam (23/7) itu juga karena tidak curiga atas kematiannya.
Keluarga juga sempat membuka kain kafan dan tidak melihat kejanggalan pada wajah maupun tubuh Sutrimo.
"Jenazah bersih, sudah dikain kafan, dibuka, enggak ada kecurigaan apa-apa. Makanya dari keluarga langsung mengikhlaskan karena namanya orang kampung, keadaan jenazah bersih jadi tidak ada kecurigaan apa-apa," ujar Tukim.
Diberitakan sebelumnya, Sutrimo penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga Febrie Adriansyah ditemukan dalam kondisi mulut dan hidung berbusa di depan Klinik Mordent Kebayoran Baru, Jaksel, Kamis (23/7/2026) pagi.
Beberapa orang sempat melarikan Sutrimo ke rumah sakit terdekat atau RS Muhammadiyah, namun nyawanya tidak tertolong. Salah satu yang membawa termasuk pegawai Kejaksaan Agung bernama Febrio Adiono.
Jenazah Sutrimo kemudian tiba di kampung halamannya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah, dan langsung dimakamkan pada Kamis (23/7/2026) malam.***




