POJOKSULSEL PAREPARE - PT Pelindo Parepare mengklaim pelayanan yang diberikan sudah maksimal, meskipun biaya atau pass masuk terminal Pelabuhan Nusantara Parepare tertinggi se-Indonesia.

General Manager PT. Pelindo Parepare Sardi menanggapi sorotan publik terkait dugaan penerapan sistem pelayanan buruk.

Diberitakan sebelumnya, terdapat sejumlah penumpang mengaku terlantar di kawasan terminal Pelabuhan Nusantara Parepare akibat akses masuk ke fasilitas ruang tunggu ditutup oleh pihak PT. Pelindo Parepare.

Penumpang kepanasan saat siang hari sementara jika pada malam hari warga kedinginan. Mirisnya, ada anak-anak dan balita di sana.

"Sesuai dalam Peraturan direksi PT Pelabuhan Indonesia pada poin 11, Pelindo tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada keterkaitan komunikasi dengan perusahan pelayaran," terang Sardi.

Baca juga

Anggota DPRD Sorot Pelayanan Terminal Pelabuhan Nusantara Parepare

Sardi mengatakan meski kapal sudah sandar di Dermaga pelabuhan namun perusahaan kapal belum membuka pelayanan Check-in Counter. Terminal penumpang, kata dia, tidak bisa dibuka.

"Karena harus dilakukan pencocokan data penumpang. Data itu nanti akan dikoordinasikan. Makanya kami sediakan dua tempat ruang tunggu sementara atau RTS di depan terminal pelabuhan dan di lantai dua," kata dia.

Sardi juga berjanji, PT. Pelindo Parepare akan terus melakukan perbaikan pelayanan.

Sebab, kata dia, biaya yang dikeluarkan penumpang saat masuk ke kawasan pelabuhan atau Pass masuk sudah sewajarnya penumpang nikmati.

"Namanya Take and gift. Apa yang dikeluarkan pasti ada harapan yang ingin dirasakan. Namun intinya, kalau belum Check-in, ada dua fasilitas yang kami sediakan. Yaitu RTS lantai dua dan lantai satu," imbuhnya.

Dia juga mengakui jika RTS yang berada depan terminal pelabuhan Nusantara Parepare belum selesai dikerjakan. Progresnya masih 80 persen.

"Kita sarankan juga kepada penumpang agar tidak lama menunggu di depan terminal. Harus intens komunikasi dengan pelayaran. Supaya jadwal keberangkatan diketahui. Agar dua atau tiga jam sebelum keberangkatan baru datang ke terminal," tutup Sardi.

Baca juga

Sejumlah Calon Penumpang Keluhkan Fasilitas di Terminal Pelabuhan Nusantara Parepare

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Parepare, Rahmat Sjamsu Alam menanggapi buruknya sistem pelayanan dari perusahaan plat merah PT. Pelindo di Terminal Pelabuhan Nusantara.

Legislator Partai Demokrat itu menilai, pihak PT Pelindo Parepare harus peka terhadap apa yang menjadi sorotan dan keluhan masyarakat, khsusnya pengguna jasa atau penumpang kapal.

"Kami sayangkan adanya penumpang kapal terlantar tidak menikmati fasilitas di terminal pelabuhan Parepare. Kami harap PT Pelindo benahi sistem pelayanannya," ucap Rahmat Sjamsu Alam.

Menurut Legislator dua periode itu, PT Pelindo sebagai utusan Kementerian BUMN atau pemerintah pusat berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Jangan kan berbayar, yang tidak berbayar saja lembaga pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ya, kita prihatin lah ada kejadian kemarin banyak penumpang terlantar," kata Rahmat Sjam.

Baca juga

Pemkot Parepare Bersinergi PT Pelindo IV Geliatkan Ekonomi

Rahmat Sjamsu Alam berharap pihak PT. Pelindo membenahi pelayanannya. Dia khawatir jika keluhan masyarakat pengguna jasa pelabuhan itu diabaikan maka bisa menjatuhkan citra pemerintah pusat di daerah.

"Saya rasa pihak Kementerian yang membawahi PT Pelindo ini harus merespons demi memperbaiki pelayanannya. Kalau jenis pelayanannya seperti itu dibiarkan bisa merusak nama baik pemerintah pusat di daerah khsusnya di Parepare," ungkap Ketua HIKMA Parepare itu.

(haerul amran/pojoksulsel)